Musim Kemarau
Empat Daerah di Sulsel Masuk Musim Kemarau
Kriteria tersebut digunakan BMKG memastikan penurunan curah hujan terjadi secara konsisten.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
Saat aktif di Indonesia, MJO meningkatkan pertumbuhan awan sehingga peluang hujan menjadi lebih besar.
Kemudian Gelombang Rossby, merupakan gelombang besar di atmosfer akibat rotasi bumi yang memengaruhi pola angin dan tekanan udara.
Ketika aktif, gelombang ini dapat menciptakan kondisi yang mendukung terbentuknya awan hujan dalam skala luas.
Sementara Gelombang Kelvin, gelombang atmosfer yang bergerak cepat di sepanjang ekuator dan membawa udara lembap.
Saat melintas, fenomena ini dapat memicu peningkatan awan hujan dan menyebabkan hujan dengan intensitas cukup signifikan dalam waktu singkat.
Cuaca di Sulsel hari ini Minggu (24/5/2026) di siang hingga sore hari berpotensi hujan sedang di wilayah Bone, Luwu, Luwu Utara, dan Sidrap. Kemudian berawan di wilayah Selayar dan Parepare.
Malam hari berpotensi hujan ringan di wilayah Bone, Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Pinrang, Sidrap, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
| Damkar Maros Ungkap Penyebab Kebakaran saat Kemarau, Korsleting hingga Bakar Sampah |
|
|---|
| Musim Kemarau Diprediksi Mulai Mei, PDAM Sidrap Imbau Warga Siapkan Tandon Air |
|
|---|
| Sinjai Siapkan 126 Pompa Air Hadapi Kemarau, Petani Tadah Hujan Prioritas |
|
|---|
| VIDEO: Warga Bontoa Maros Untung Rp200 Ribu Sehari di Tengah Musim Kemarau |
|
|---|
| 3 Pompa Air Disiapkan PDAM Antisipasi Musim Kemarau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/MUSIM-KEMARAU-Langit-berawan-menyelimuti-wilayah-sekita.jpg)