FSAI 2026 Makassar Putar 4 Film Australia-Indonesia di XXI TSM
Konjen di Makassar, Todd Dias, senang FSAI selalu mendapat sambutan hangat di Makassar.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Imam Wahyudi
Kebetulan ada reintegration workshop akan diikutI besok.
Jadi nobar ini sekaligus ajang silaturahmi para alumni Australia.
“Jadi mereka ikut hari ini. Ada hiburan bagi mereka dengan film-film Australia. Kami sangat bangga dengan FSAI bisa digelar di Makassar,” katanya saat ditemui sebelum pemutaran film, Jumat malam.
Todd menyebut, FSAI ini menjadi kesempatan memperkuat kerja sama di dunia perfilman.
Selain menghadirkan film populer asal Australia, FSAI juga menayangkan film Indonesia.
Salah satunya Rangga dan Cinta.
Perlu diketahui juga ada alumni dari Australia sudah menjadi produser.
Bahkan beberapa tahun sebelumnya, FSAI turut menampilkan film pendek asal Makassar.
“Ini menjadi contoh dari FSAI untuk meningkatkan kerjasama dan kemitraan, khususnya di dunia perfilman antara Australia dan Indonesia, terkhusus Indonesia dan Makassar,” ucapnya.
Todd Dias menuturkan, pihaknya memiliki program hibah yang membuka peluang kolaborasi bagi sineas Indonesia maupun Makassar.
“Jadi ada kemitraan, misalnya ada sutradara atau aktor di Indonesia, di Makassar dan Australia. Mereka bisa apply,” tuturnya.
FSAI 2026 ini dirangkaikan dengan reintegration workshop bagi alumni yang baru selesai kuliah di Australia.
Kegiatan ini menjadi wadah memperluas jaringan antar alumni dari berbagai wilayah Indonesia Timur seperti Palu hingga Ternate.
“Ini kesempatan bagi mereka bukan hanya menikmati film Australia, tetapi juga untuk membangun jejaring dan saling membantu sesama alumni,” tutupnya.
Film Diputar di FSAI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/fsai-2026-pembukaan-1-1552026.jpg)