TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - RT/RW 005 dan 006 Kelurahan Baraya melaksanakan panen perdana program urban farming di wilayah mereka, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi urban farming gabungan RW 005 dan RW 006 yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) Famili 05-06.
Lurah Baraya Arifuddin mengatakan, panen perdana itu dilakukan sekitar pukul 11.00 Wita dengan hasil utama berupa sayur kangkung.
Sementara tanaman lain seperti terong dan kacang panjang masih dalam proses pertumbuhan dan belum memasuki masa panen.
“Yang sementara dipanen itu baru kangkung. Kalau terong sama kacang panjang masih belum bisa dipanen,” ujarnya.
Usai panen, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama yang diikuti pengurus RT/RW serta warga sekitar lokasi urban farming.
“Jadi kita panen sekaligus makan bersama di lokasi urban farming,” katanya.
Program urban farming tersebut menjadi salah satu upaya pemanfaatan lahan sempit di kawasan permukiman padat penduduk.
Menurut Arifuddin, saat ini sejumlah RW di Kelurahan Baraya telah menyiapkan lokasi urban farming, meski sebagian masih dalam tahap pembenahan lahan dan belum memulai pembibitan tanaman.
Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan di setiap wilayah RT/RW.
Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan skala rumah tangga, urban farming juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat terkait pemanfaatan lahan terbatas.
“Harapan kami RT/RW bisa mengembangkan urban farming di wilayah masing-masing dan memberikan edukasi kepada warga terkait pemanfaatan lahan sempit untuk hal yang lebih produktif,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan urban farming di lingkungan warga diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga melalui kegiatan bersama di lingkungan tempat tinggal.(*)