Kasus Begal Marak, Munafri Arifuddin Siap Support Penuh Polisi Berantas Geng Motor
Kasus terbaru yaitu seorang remaja berusia 13 tahun menjadi korban begal sadis di Makassar.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Aksi begal di Kota Makassar kembali menjadi sorotan setelah seorang remaja berusia 13 tahun menjadi korban dan kini masih dirawat intensif di RSUD Daya Makassar.
- Rentetan kasus kriminal jalanan ini memicu keresahan masyarakat, terutama karena kerap terjadi pada malam hingga dini hari.
- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi langkah tegas Polrestabes Makassar dalam menindak pelaku geng motor dan begal.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Begal di Kota Makassar belakangan ini menjadi sorotan.
Kasus terbaru yaitu seorang remaja berusia 13 tahun menjadi korban begal sadis di Makassar.
Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Daya Makassar.
Rangkaian kasus itu memicu keresahan masyarakat.
Terlebih sejumlah aksi geng motor dan pembegalan kerap terjadi pada malam hingga dini hari.
Sejumlah video geng motor yang membawa senjata tajam juga sempat viral di media sosial dan menambah kekhawatiran warga terhadap situasi keamanan di Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi kepada jajaran kepolisian atas langkah tegas dalam menangani geng motor dan pelaku begal.
Baca juga: Geng Motor Brutal di Makassar Disorot Komisi III DPR, Polisi Diminta Tak Segan Tembak Begal
Pernyataan itu disampaikan Munafri menyusul operasi penindakan yang dilakukan jajaran Polrestabes Makassar terhadap pelaku kriminal jalanan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, tindakan cepat aparat kepolisian penting untuk mengembalikan rasa aman masyarakat.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada jajaran Polrestabes Makassar yang telah bertindak dengan baik, bertindak dengan tegas dalam rangka menyelesaikan persoalan geng motor ini,” kata Munafri di Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Rabu (13/5/2026) malam.
Persoalan geng motor dan begal bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum semata.
Munafri menilai keluarga memiliki peran penting dalam mencegah anak-anak muda terlibat dalam aksi kriminal jalanan.
“Tentu ini bukan hanya tugas dari pihak kepolisian, tapi ini adalah tugas kita bersama untuk bagaimana dari keluarga sendiri bisa memberikan pemahaman bagaimana bahayanya hal-hal yang dilakukan oleh geng motor ini,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat harus diperkuat agar penanganan persoalan geng motor berjalan lebih maksimal.
“Sehingga kita berharap pola kolaborasi yang dibangun ini bisa lebih baik dan lebih maksimal,” katanya.
| PSM Makassar Tak Minat Pulangkan Ramadhan Sananta? eks Top Skorer Juku Eja Nganggur Usai Pisah DPMM |
|
|---|
| Jelang Hari Hipertensi Sedunia, GMTD Kumpul 120 Kantong Darah di Mall GTC Makassar |
|
|---|
| Rp10 M untuk Seragam Gratis Siswa Baru SD-SMP Negeri di Makassar |
|
|---|
| FKM UMI Resmi Cetak 20 Lulusan Perdana Profesi Bidan |
|
|---|
| 3 Kandidat Ketua PWI Sulsel Daftar di Hari yang Sama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-05-14-Wali-Kota-Makassar-Munafri-Arifuddin-didampingi-Haeruddin.jpg)