Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemkot Makassar Evaluasi Sistem SPMB Selama Simulasi

Andi Gita Namira Patigana mengatakan, antusiasme masyarakat mencoba platform pendaftaran sangat tinggi

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Siti Aminah
Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana 

Kendala utama yang ditemukan selama simulasi berada pada alur login dan pendaftaran akun, khususnya terkait penggunaan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

Dalam sistem tersebut, pengguna yang sudah memiliki NISN dapat langsung mengecek data dan memperoleh username serta password untuk login.

Sementara calon peserta didik yang belum memiliki NISN diwajibkan membuat akun terlebih dahulu melalui formulir pendaftaran.

“Kalau misalkan memang sudah terdaftar NISN-nya nanti mereka akan dapat username dan password langsung dan bisa langsung login. Tapi kalau misalkan belum ada NISNnya itu harus mendaftar terlebih dahulu,” jelasnya.

Untuk mempermudah masyarakat, tim  mulai melakukan penyederhanaan alur sistem agar lebih ramah pengguna atau human centric.

Selain itu, timnya juga berencana membuka grup WhatsApp maupun Telegram sebagai wadah penyampaian keluhan dan masukan masyarakat secara langsung.

“Nanti insyaallah kayaknya hari ini kita akan bikinkan grup WhatsApp atau Telegram di mana kalau misalkan masyarakat mau memberikan feedback itu bisa langsung di sana,” ujarnya.

SPMB tahun ini mencakup seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK, SD hingga SMP. 

Dalam sistem tersebut juga tersedia fitur penentuan titik lokasi rumah untuk kebutuhan jalur zonasi. 

Sementara untuk mengantisipasi gangguan akses saat pendaftaran resmi dibuka, pihaknya telah memisahkan server berdasarkan jenjang pendidikan.

Langkah itu dilakukan agar lonjakan pengguna tidak menyebabkan server mengalami gangguan atau down.

“Kalau misalkan pun ada banyak orang yang langsung tiba-tiba masuk ke sistem untuk mendaftar itu kita bisa meminimalisir resiko down servernya,” katanya.

Selain pemisahan server, Pemkot juga telah melakukan pengujian sistem atau penetration test sebanyak tiga kali sebelum SPMB diluncurkan.

Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan platform mampu menampung jumlah pengguna dalam kapasitas besar saat proses penerimaan murid baru dimulai.

Ia optimistis sistem dapat berjalan lebih stabil setelah berbagai penyempurnaan dilakukan selama masa simulasi berlangsung.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved