Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pay Later Meningkat, Pengamat Ekonomi Unhas: Daya Beli Lemah Tapi Kebutuhan Tinggi

‎Pembatasan itu melalui aturan turunan dari Peraturan OJK (POJK) Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan BNPL.

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
PAY LATER - Pakar Ekonomi Universitas Hasanuddin Prof Marsuki DEA. Prof Marsuki menilai tingginya penggunaan BNPL tidak lepas dari kondisi masyarakat yang sedang mengalami pelemahan daya beli akibat tekanan ekonomi. 

‎Marsuki mengatakan tantangan terbesar dalam pengawasan BNPL berasal dari kondisi masyarakat yang masih mengalami keterbatasan pendapatan di tengah kebutuhan hidup yang tidak bisa dihindari.

‎Di sisi lain, perusahaan penyedia BNPL juga menghadapi tekanan untuk terus memenuhi permintaan nasabah yang meningkat.

‎Menurutnya, kondisi tersebut dapat berujung gagal bayar apabila perusahaan BNPL tidak berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan.

‎Selain itu, ia juga mengingatkan potensi munculnya praktik shadow banking dari sejumlah pengelola BNPL yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan apabila tidak diawasi dengan baik.

‎Karena itu, Marsuki meminta OJK berhati-hati dalam menerapkan kebijakan agar tidak terlalu menekan masyarakat pengguna maupun membatasi ruang usaha perusahaan BNPL secara berlebihan.

‎Ia menekankan langkah paling penting yang perlu dilakukan saat ini adalah memperkuat edukasi keuangan secara intensif dan berkelanjutan kepada masyarakat.

‎"Edukasi penting diberikan kepada pengguna BNPL, perusahaan penyedia layanan, masyarakat umum, pelajar, hingga mahasiswa agar lebih bijak memanfaatkan fasilitas pay later," jelasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved