TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Camat Tamalate, Muhammad Aril Syahbani, menginstruksikan RT dan RW untuk aktif memperhatikan warga yang mengalami gangguan jiwa di lingkungannya.
Melalui koordinasi bersama Dinas Kesehatan dan sejumlah OPD terkait, Aril ingin penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tidak lagi hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga melibatkan lingkungan sekitar.
“Setelah rapat koordinasi bersama Dinas Kesehatan dan OPD terkait, kami akan menginstruksikan lurah untuk segera mengumpulkan seluruh perangkat kelurahan guna meneruskan hasil rapat kami,” ujar Aril Syahbani kepada Tribun-Timur.Com, Jumat (8/5/2026).
RT dan RW dalam hal ini diminta membantu mendata warga yang mengalami gangguan jiwa, baik yang sudah lama maupun yang baru menunjukkan gejala.
Menurut Aril Syahbani, RT/RW merupakan pihak yang paling memahami kondisi warganya sehingga bisa lebih cepat melakukan deteksi dini.
Jika ditemukan warga yang membutuhkan penanganan, RT/RW akan berkoordinasi dengan kelurahan, puskesmas, hingga rumah sakit jiwa.
"Langsung kordinasi dengan pihak terkait, untuk mendapatkan penanganan," ucapnya.
Mereka juga diharapkan menjadi penghubung antara keluarga pasien dengan tenaga kesehatan, termasuk saat proses penjemputan pasien untuk mendapatkan perawatan.
“Penanganannya harus dilakukan secara baik dan manusiawi,” katanya.
Selain itu, Aril juga meminta RT/RW ikut memberi pemahaman kepada warga agar tidak mengucilkan ODGJ maupun keluarganya.
Aril menilai dukungan lingkungan sangat berpengaruh terhadap proses pemulihan pasien.
“Kita ingin masyarakat ikut mendukung penyembuhan mereka, bukan malah memberi stigma negatif,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada penanganan medis, RT/RW juga diminta membantu pengurusan administrasi kependudukan bagi ODGJ telantar, seperti KTP dan kartu keluarga.
Dokumen tersebut dibutuhkan agar pasien bisa mendapatkan layanan kesehatan dan kepesertaan BPJS.
Setelah pasien selesai menjalani perawatan, RT/RW bersama kader kesehatan jiwa juga akan membantu memantau kondisi pasien di lingkungan tempat tinggalnya.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan pasien tetap rutin minum obat dan tidak kembali mengalami kekambuhan.
"Sebagai pemimpin wilayah, RT/RW memantau dan mendampingi warga, ini bagian dari pelayanan terbaik dan terbuka yang kita berikan untuk semua, "ucapnya. (*)