Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dapur Andist, Saat Camilan Tradisional Naik Kelas Bersama Rumah BUMN BRI

Ide membuat aneka keripik lokal Makassar lahir dari keinginan menghadirkan camilan yang bukan hanya enak, tetapi juga memiliki identitas lokal

Tayang:
Editor: Muh. Abdiwan
Tribun-timur.com/Muh. Abdiwan
KERIPIK ANDIST - Pasangan Mujhar Idris yang akrab disapa Anjar dan istrinya Andi Shanti atau Andist memperlihatkan kreasi keripik Andist di rumah produksi di Komplek Perumahan Klaster Graha Inayah Blok A No.6, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biring Kanaya, Kota Makassar, Minggu (10/5). Ide membuat aneka keripik ubi ungu, pisang tanduk, ubi jalar, hingga kentang lokal Makassar lahir dari keinginan menghadirkan camilan yang bukan hanya enak, tetapi juga memiliki identitas khas dari hasil bumi lokal Sulawesi Selatan. 

Karena itu, Rumah BUMN juga mendorong pelaku usaha menggunakan rekening usaha dan QRIS BRI agar pengelolaan keuangan lebih tertata.

“Kalau belum punya rekening atau QRIS BRI, kami bantu proses pembuatannya di sini,” ujarnya.

Bagi Dapur Andist, digitalisasi memang menjadi bagian penting dalam perjalanan usaha mereka.

Penggunaan BRImo dan QRIS BRI membantu mempercepat transaksi, baik saat membeli bahan baku maupun menerima pembayaran pelanggan.

Pembayaran non tunai kini menjadi kebutuhan penting, terutama saat penjualan online dan kegiatan pameran UMKM.

Dengan rekening usaha yang terpisah, arus kas usaha juga menjadi lebih mudah dipantau.

Bagi Anjar, perubahan kecil seperti itu sangat membantu usaha berkembang lebih profesional.

Kini, Dapur Andist tidak hanya ingin dikenal sebagai produsen camilan rumahan biasa. Mereka berharap produknya dapat masuk ke pasar oleh-oleh khas Makassar hingga penjualan digital nasional.

Namun lebih dari sekadar bisnis, mereka ingin usaha ini menjadi inspirasi bahwa sesuatu yang besar bisa lahir dari dapur sederhana.

Bahwa usaha tidak harus dimulai dengan modal besar, tetapi bisa bertumbuh melalui konsistensi, kemauan belajar, dan keberanian untuk terus berkembang.

Di balik setiap keripik yang renyah, ada peluh, harapan, dan mimpi yang terus digoreng hangat setiap hari.

Sesuai tagline yang selalu mereka pegang “Gurih Asli, Rasa Tak Terlupa.”

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved