Dapur Andist, Saat Camilan Tradisional Naik Kelas Bersama Rumah BUMN BRI
Ide membuat aneka keripik lokal Makassar lahir dari keinginan menghadirkan camilan yang bukan hanya enak, tetapi juga memiliki identitas lokal
Komentar kecil seperti itu justru menjadi energi baru untuk terus berkembang.
Di dapur produksinya, setiap proses dilakukan dengan penuh perhatian. Ubi dipilih berdasarkan warna, tingkat kesegaran, dan teksturnya agar menghasilkan keripik yang konsisten.
Saat digigit, keripik ubi ungu Dapur Andist menghadirkan sensasi renyah dengan rasa manis alami yang tidak berlebihan. Warna ungunya menjadi daya tarik tersendiri, sementara teksturnya tetap ringan dan gurih.
Kebersihan juga menjadi perhatian utama. Proses pengemasan dilakukan secara rapi dan higienis agar produk aman, tahan lama, dan nyaman dikonsumsi pelanggan.
Perjalanan usaha Dapur Andist mulai mengalami perubahan besar ketika bergabung sebagai binaan Rumah BUMN Makassar yang dikelola BRI.
Keputusan itu muncul dari keinginan untuk belajar lebih banyak tentang pengembangan UMKM modern.
Melalui berbagai pelatihan, lomba hampers, pendampingan usaha, hingga pembinaan digitalisasi, Dapur Andist mulai memahami pentingnya branding, desain kemasan, hingga strategi pemasaran digital.
Perubahan paling terasa terlihat dari tampilan produk yang kini lebih modern dan memiliki identitas merek yang lebih kuat. Bahkan melalui pendampingan Rumah BUMN Makassar, Dapur Andist berhasil melakukan pembaruan logo dan memperoleh sertifikat HAKI.
Bagi Anjar dan Andist, lingkungan komunitas di Rumah BUMN turut mengubah pola pikir mereka — dari sekadar usaha rumahan menjadi bisnis yang memiliki visi lebih besar.
Leader Project Rumah BUMN Makassar, Ayu Anisela, mengatakan sejak tahun 2017 hingga sekarang jumlah UMKM binaan Rumah BUMN di Sulawesi Selatan telah mencapai sekitar enam ribu pelaku usaha.
“Banyak UMKM yang sudah naik kelas, terutama dari sektor fashion dan makanan,” ujarnya.
Saat ini, Rumah BUMN fokus menjalankan program Brinkubator yang mencakup tiga kategori utama yaitu Fashion, Food and Beverage (F&B), serta Home Decor.
Peserta terbaik nantinya akan mengikuti Brinkubator Nasional hingga program Brilliant Preneur yang diperuntukkan bagi UMKM dengan potensi ekspor.
“Target peserta tahun ini sekitar 200 UMKM yang nantinya akan dikurasi kembali menjadi 25 peserta terbaik,” kata Ayu.
Ia menambahkan, tantangan terbesar UMKM saat ini umumnya terletak pada pencatatan keuangan dan konsistensi mengikuti pelatihan di tengah kesibukan produksi.
| Seminar Saku Sultan 2026 Bahas Transformasi Transaksi Digital dan Masa Depan UMKM |
|
|---|
| Menenun Sabar dalam Seutas Benang, Kisah Titi Hapsah Menghidupkan Jiwa UMKM Titicollection |
|
|---|
| Kerupuk Bawang Genhara, Bukti Nyata UMKM Makassar yang Berani Rebranding dan Taklukkan Pasar Ritel |
|
|---|
| Pendampingan UMKM Berbasis RW Jadi Program Strategis Pemkot Makassar, Kawal 1.312 UMKM |
|
|---|
| Kunci Sukses UMKM Bundaku’e Tetap Eksis, Kini Buka Cabang Terbaru di Antang Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260510_DWN_UMKM_Keripik_Andist.jpg)