98 Persen Warga Tamalanrea Tolak Proyek PSEL, 'Kami Tidak Menolak Program Tapi Lokasinya'
Rencana pembangunan PLTSa dianggap terlalu dekat dengan pemukiman warga, sehingga berisiko terhadap lingkungan kesehatan.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Manggala dan Panakkukang, Nasir menegaskan, perubahan lokasi tanpa landasan yang jelas berpotensi menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi administrasi maupun implementasi proyek di lapangan.
"Begitu pun, aspek pembiayaan, khususnya terkait biaya operasional pengangkutan sampah jika lokasi PSEL berada di luar TPA Antang," ungkapnya.
"Kalau di luar TPA, biaya operasional pemindahan sampah bisa mencapai sekitar Rp20 miliar per tahun. Ini tentu menjadi beban tambahan bagi pemerintah," lanjutnya.
Lebih lanjut, Nasir menyebut TPA Antang memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya layak menjadi lokasi pembangunan PSEL.
Selain memiliki ketersediaan lahan yang luas, kawasan tersebut juga telah masuk dalam perencanaan infrastruktur pengelolaan sampah sebelumnya.
Dengan kesiapan tersebut, pembangunan dinilai dapat berjalan lebih efektif tanpa harus memulai dari nol.
"Di Antang, lahannya tersedia dan infrastrukturnya sudah direncanakan. Ini tentu lebih memudahkan pelaksanaan proyek," ujarnya. (*)
| AGH. Marzuki Hasan dan Maccopa |
|
|---|
| Calon Komisioner Baznas Kota Makassar dan Nasib Petahana |
|
|---|
| Hakim Bebaskan 6 Terdakwa Kasus Dana Baznas Enrekang, Korupsi Rp16,6 Miliar Tak Terbukti |
|
|---|
| Pemuda ICMI Bakal 'Serbu' Makassar, Munas Peluang Digelar Luar Jakarta |
|
|---|
| Pendaftar PMBM MTsN 2 Makassar Membeludak, yang Diterima Hanya 320 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-05-08-Menteri-Keuangan-Purbaya-Yudhi-Sadewa-saat-rapat-bersama-membahas-proyek-PLTSa.jpg)