Perjalanan Wisata di Sulsel Diprediksi Melonjak Efek Banyaknya Hari Libur
Terutama pada destinasi unggulan di Sulsel seperti Malino, Bira, Toraja, Bantimurung, dan Rammang-rammang.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Banyaknya hari libur pada Mei 2025 dinilai akan mendorong peningkatan pergerakan wisata di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Berdasarkan kalender nasional yang mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Hari Libur Nasional, terdapat enam hari libur resmi sepanjang Mei 2026.
Jumlah tersebut terdiri dari empat hari libur nasional dan dua hari cuti bersama.
Empat hari libur nasional tersebut meliputi 1 Mei (Hari Buruh Internasional), 14 Mei (Kenaikan Yesus Kristus), 27 Mei (Iduladha 1447 Hijriah), dan 31 Mei (Waisak 2570 BE):
Sementara itu, dua hari cuti bersama ditetapkan pada 15 Mei (Cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus), dan 28 Mei (Cuti bersama Iduladha 1447 Hijriah).
Rangkaian hari libur tersebut menciptakan beberapa periode libur panjang atau long weekend yang dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sulsel, Suhardi, menilai setiap momen libur panjang pada Mei ini diikuti peningkatan aktivitas wisata yang cukup signifikan.
Terutama pada destinasi unggulan di Sulsel seperti Malino, Bira, Toraja, Bantimurung, dan Rammang-rammang.
“Bulan Mei ini banyak hari liburnya. Di setiap hari libur itu terlihat peningkatan perjalanan wisata yang signifikan, terutama ke destinasi unggulan,” kata Suhardi, kepada Tribun-Timur.com, di Makassar, Minggu (3/5/2026).
Suhardi menyebut, lonjakan wisatawan juga berdampak pada sektor pendukung.
Seperti penyewaan kendaraan dan kebutuhan akomodasi di kawasan destinasi.
“Sewa kendaraan ramai, kebutuhan akomodasi juga tinggi,” sebutnya.
GIPI Sulsel pun mengimbau para pengelola destinasi wisata untuk meningkatkan kesiapan dalam menyambut lonjakan kunjungan wisatawan.
“Kami berharap setiap destinasi siaga untuk menyambut pergerakan wisatawan, menjaga kenyamanan mereka, melakukan mitigasi insiden, serta memastikan setiap pembayaran tiket masuk didukung oleh asuransi,” jelas Suhardi.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulsel, Didi Leonardo Manaba, menilai banyaknya tanggal merah menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha travel.
| Makassar Masuk Daftar 10 Besar Kota Toleran di Indonesia |
|
|---|
| Okupansi Hotel di Sulsel Diprediksi Anjlok pada Mei 2026 |
|
|---|
| Lawan Bhayangkara FC Tanpa Penonton, Suporter Bakar Semangat Pemain PSM Makassar di Mess Klub |
|
|---|
| Dosen UMI Tembus Forum Internasional, Angkat Riset Tanaman Sulawesi untuk Obat Diabetes |
|
|---|
| Lombok Kuning Simpati, Dari Meja Bakmi Keluarga Menuju Pasar Dunia Melalui Sentuhan Rumah BUMN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PERGERAKAN-PARIWISATA-Ketua-GIPI-Sulsel-Suhardi-kiri.jpg)