Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dosen UMI Tembus Forum Internasional, Angkat Riset Tanaman Sulawesi untuk Obat Diabetes

Forum bergengsi tersebut menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai negara seperti Malaysia, Turki, Nigeria, dan India.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
UMI MAKASSAR - Tangkapan layar saat Dosen Farmasi UMI Assoc Prof Ahmad Najib tampil di webinar internasional. Forum ilmiah internasional bertajuk, "Revolutionizing Pharmacy: Addressing Drug Development, Safety Concerns and Global Health Challenges". (UMI) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI), Assoc Prof Ahmad Najib, tampil dalam forum ilmiah internasional.

Sekretaris Program Studi Magister Farmasi Pascasarjana UMI ini menjadi pembicara dalam webinar internasional bertajuk, "Revolutionizing Pharmacy: Addressing Drug Development, Safety Concerns and Global Health Challenges"

Webinar ini diselenggarakan Samrat Prithviraj Chauhan College of Pharmacy, India, bekerja sama dengan Universal Journal of Pharmaceutical Research, pada 27 April 2026.

Forum bergengsi tersebut menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai negara seperti Malaysia, Turki, Nigeria, dan India.

Dalam kesempatan ini, Ahmad Najib menjadi satu-satunya representasi dari Universitas Muslim Indonesia yang membawa perspektif riset Indonesia ke panggung global.

Dalam paparannya, Ahmad Najib membawakan topik: "Ethnopharmacology Meets Innovation: Exploring Antidiabetic Mechanisms of Sulawesi Botanicals"

Kajian ini mengangkat kekayaan hayati Sulawesi sebagai sumber potensial pengembangan obat antidiabetes, dengan pendekatan yang mengintegrasikan kearifan lokal dan metode ilmiah modern.

Riset ini tidak hanya berbicara tentang potensi tanaman lokal, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan obat berbasis alam yang lebih terjangkau, berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan global.

Rektor UMI, Prof Dr H Hambali Thalib, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian tersebut.

"Dari Sulawesi ke dunia, dosen UMI telah membuktikan bahwa riset lokal mampu menjadi bagian dari solusi global," kata Prof Hambali, Minggu (3/5/2026)

"Ini bukan hanya prestasi individu, tetapi representasi kualitas akademik UMI di tingkat internasional," tambahnya.

Dikemukakan Prof Hambali, kepercayaan yang diberikan kepada Ahmad Najib merupakan bukti bahwa dosen UMI memiliki daya saing global yang kuat.

"Partisipasi ini menunjukkan bahwa karya ilmiah UMI tidak hanya relevan di tingkat nasional, tetapi juga diakui dalam forum internasional," ujarnya.

Capaian ini sejalan dengan komitmen strategis UMI dalam memperkuat internasionalisasi dan menuju World Class University (WCU).

Tentunya melalui penguatan riset inovatif, kolaborasi akademik global, publikasi ilmiah bereputasi serta kontribusi nyata terhadap isu-isu kesehatan dunia.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved