Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

‎Camat Tamalanrea Siagakan 60 Anggota KSB Hadapi Dampak Kemarau Panjang

‎Camat Tamalanrea Andi Patiroi pun menyiapkan sejumlah strategi agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi

Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
SIAGA BENCANA - Camat Tamalanrea Andi Patiroi memberikan pengarahan kepada RT/RW di Kantor Kelurahan Parangloe, Maret 2026. Pemerintah Kecamatan Tamalanrea menyusun strategi dan langkah menghadapi dampak kekeringan akibat kemarau panjang.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ancaman kekeringan akibat kemarau panjang mulai diantisipasi Pemerintah Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. 

‎Camat Tamalanrea Andi Patiroi pun menyiapkan sejumlah strategi agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi.

‎Langkah awal yang dilakukan yakni membangun koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terkait kesiapan bantuan air bersih bagi wilayah yang berpotensi terdampak.

‎“Untuk mengantisipasi kekeringan, kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Kota Makassar terkait bantuan air bersih di wilayah yang akan terkena dampak kekeringan,” ujar Andi Patiroi kepada Tribun Timur, Selasa (28/4/2026).

‎Selain itu, pihak kecamatan juga mulai memetakan titik rawan kekeringan sekaligus menyusun pola distribusi air bersih jika sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat.

‎“Penentuan titik distribusi dan metode distribusi kami lakukan dengan melibatkan lurah, RT, RW, dan personel KSB Kecamatan Tamalanrea,” katanya.

‎Tak hanya itu, sebanyak 60 anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Tamalanrea telah disiagakan sebagai garda terdepan menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk kekeringan.

‎“Di Tamalanrea sudah ada personel KSB yang akan membantu kalau ada bencana, termasuk bencana kekeringan. Totalnya ada 60 orang,” jelasnya.

‎Andi Patiroi menambahkan, ada enam kelurahan di Kecamatan Tamalanrea yang masuk wilayah rawan terdampak kekeringan, terutama terkait ketersediaan air bersih.

‎Enam kelurahan tersebut masing-masing Kelurahan Bira, Tamalanrea, Kapasa, Tamalanrea Indah, Buntusu, dan Tamalanrea Jaya.

‎Sementara itu, Lurah Bira Andi Zakaria Razak mengungkapkan wilayahnya memiliki tiga titik yang berpotensi mengalami krisis air bersih ketika musim kemarau berlangsung lama.

‎“Kalau di wilayah Bira itu ada tiga titik, yakni RW 3, RW 4, dan RW 6,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan RW 006 yang berada di kawasan pesisir menjadi wilayah paling rentan karena distribusi air melalui sambungan pipa tidak berjalan normal.

‎“RW 6 itu daerah pesisir, distribusi PDAM melalui sambungan pipa ke sana itu tidak efektif,” katanya.

‎Untuk memenuhi kebutuhan warga di RW 006, pasokan air di kawasan tersebut masih rutin dibantu melalui mobil tangki PDAM.

‎“Kalau sekarang masih rutin disuplai tangki sekitar tiga kali seminggu,” jelasnya.

‎Selain RW 006, kawasan RW 003 dan RW 004 juga pernah terdampak kekeringan saat pasokan air menurun drastis pada musim kemarau sebelumnya.

‎Meski demikian, kondisi saat ini dipastikan masih aman dan belum ada laporan kekurangan air bersih dari warga.

‎“Kalau sekarang alhamdulillah masih normal, belum ada laporan krisis air bersih,” ucap Andi Zakaria.

‎Tapi ia menambahkan telah menyiagakan Ketua RT/RW untuk terus memantau perkembangan situasi. 

‎"Jika ada kejadian atau warga yang terdampak, kami instruksikan RT/RW unt langsung melapor," ucapnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved