Makkunrai 2026
Aliyah Mustika Ilham: Gadget Jangan Jadi Pengasuh Anak di Rumah
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham (57) menegaskan gadget jangan menjadi pengasuh anak di rumah.
*Bupati Sinjai Dorong Perluasan Akses Pendidikan bagi Perempuan
TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Kota Makassar perkuat langkah strategis dalam melindungi anak di ruang digital.
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham (57) menegaskan gadget jangan menjadi pengasuh anak di rumah.
“Kita tidak ingin anak-anak kita teracuni oleh konten negatif di ruang digital,” tegas Aliyah saat menjadi narasumber dalam Event Makkunrai Tribun Timur di Phinisi Point Mal Makassar, Kamis (23/4/2026).
Sementara itu, Bupati Sinjai Ratnawati Arif (61) mendorong perluasan akses pendidikan bagi perempuan sebagai bagian dari pembangunan inklusif.
Ia menilai perempuan harus mendapat kesempatan setara dalam dunia pendidikan.
Akses pendidikan bagi perempuan perlu terus diperluas hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
Aliyah Mustika Ilham menegaskan, Pemkot Makassar serius menjalankan kebijakan nasional terkait pembatasan akses digital bagi anak.
Menurutnya, peran pemerintah daerah sangat penting agar kebijakan tersebut berjalan efektif hingga ke tingkat keluarga.
Baca juga: Respons Polda Sulsel Geng Motor Masih Bebas Beraksi di Makassar
Ia hadir didampingi sejumlah pejabat terkait dan menyoroti pentingnya perlindungan anak di era digital.
Aliyah menyebut regulasi dalam Permen Komunikasi dan Digital RI Nomor 9 Tahun 2026 menjadi momentum penting memperkuat perlindungan anak.
Ia menegaskan, perlindungan tidak cukup hanya dari aturan pusat, tetapi harus didukung kesiapan daerah dan keluarga.
Menurutnya, pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah 18 tahun merupakan langkah penting karena banyaknya ancaman di ruang digital.
Mulai dari konten berbahaya, perundungan siber, hingga penipuan online yang semakin marak.
Ia juga menyoroti tantangan keluarga modern, di mana anak-anak lebih cepat menguasai teknologi dibanding orang tua.
Kondisi ini membuat pengawasan digital di rumah menjadi semakin sulit.
Aliyah menilai gadget kini kerap menjadi “pengasuh kedua” dalam keluarga.
Hal itu berpotensi mengurangi kualitas interaksi antaranggota keluarga.
“Kadang kita duduk bersama, tapi masing-masing sibuk dengan gadget, ini yang harus kita benahi,” ujarnya.
Sebagai solusi, Pemkot Makassar menjalankan program Siap Anak Digital serta memperkuat sistem informasi perlindungan anak di ruang digital.
Program ini melibatkan lintas OPD seperti Dinas Kominfo, DPPPA, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Kesehatan.
Selain itu, aparat penegak hukum juga dilibatkan dalam pengawasan dan penindakan.
Pemkot Makassar turut menggencarkan literasi digital ke sekolah, kelurahan, dan komunitas orang tua.
Aliyah menegaskan, kesiapan orang tua menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan digital.
Ia meminta agar orang tua tidak hanya membebankan aturan kepada anak, tetapi juga memahami ekosistem digital.
“Kita ingin orang tua siap, bukan hanya anak yang diatur, tapi orang tuanya juga harus paham,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan orang tua dalam penggunaan media sosial.
Menurutnya, anak akan lebih mudah mengikuti perilaku orang tua dalam dunia digital.
“Kalau kita ingin anak bijak bermedsos, orang tua harus lebih dulu memberi contoh,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sinjai Ratnawati Arif menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.
Ia menegaskan kebijakan harus berpihak pada perempuan untuk meningkatkan kualitas generasi masa depan.
Menurutnya, perempuan tidak lagi terbatas pada ranah domestik, tetapi telah masuk dalam berbagai sektor strategis.
Mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemerintahan.
“Utamanya adalah bagaimana menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada pendidikan dan juga kesehatan,” ujarnya.
Ratnawati juga menegaskan bahwa perhatian terhadap perempuan harus dimulai sejak dini.
Bahkan sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia pendidikan.
Ia menilai peran pemerintah daerah sangat penting dalam memperkuat pemberdayaan perempuan.
Di Kabupaten Sinjai, hal itu dilakukan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Ratnawati juga mengapresiasi pelaksanaan Makkunrai Expo sebagai ruang pemberdayaan perempuan.
Kegiatan tersebut dinilai mampu memperkuat kolaborasi dan jaringan antarperempuan.
Ia berharap semakin banyak ruang yang dibuka untuk perempuan agar dapat berkembang dan berkontribusi lebih luas.
“Semua perempuan harus menikmatinya secara merata,” ujarnya.
Dengan semangat Hari Kartini, Ratnawati mengajak perempuan untuk terus berdaya dan aktif dalam pembangunan daerah.
Tari Kreasi
Sebanyak 12 tim ambil bagian dalam Lomba Tari Kreasi Makkunrai 2026 yang digelar di Mal Phinisi Point (PiPo), Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, Kamis (23/4/2026).
Lomba ini menjadi bagian dari rangkaian event Makkunrai yang dihadirkan Tribun Timur dan berlangsung selama lima hari, 22 hingga 26 April 2026.
Sejak pagi, para peserta sudah mempersiapkan penampilan terbaik mereka sebelum tampil di hadapan dewan juri dan pengunjung mal.
Penampilan para peserta berlangsung meriah dengan berbagai konsep tari kreasi yang menggambarkan kreativitas generasi muda.
Adapun 12 tim peserta berasal dari berbagai sekolah, sanggar, hingga komunitas seni di Sulawesi Selatan.
Di antaranya Sweety Girl, Sanggar Seni Zaorah Sapan Matappa Pangkep, SMP IT Al-Fatih Pangkep, SMPN 10 Makassar, Five C Generation, Megres Dance, hingga UKM Seni dan Budaya Talas Unismuh.
Juga turut tampil Sanggar Tari Leuntera, Tictac Dance Crew, UPT SPF SD Negeri Bayang, dan Nrywla Dance Club.
Penilaian lomba dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi seni dan profesional, yakni Nurhikmah, Nur Asrinah, dan Arfah Kamarullah.
Salah satu peserta, Ainun dari SMPN 10 Makassar, mengatakan lomba ini menjadi ruang penting bagi pelajar untuk mengekspresikan diri dan meningkatkan rasa percaya diri.
Vaksinasi Rabies
Di area yang sama, ratusan pecinta hewan memadati kawasan Phinisi Point untuk mengikuti vaksinasi rabies gratis bagi kucing dan anjing.
Kegiatan ini menjadi bagian dari event Makkunrai yang bekerja sama dengan Makassar Cat Lovers Club (MCLC).
Sejak pukul 10.00 Wita, peserta datang membawa hewan peliharaan mereka dengan berbagai cara, mulai dari digendong, menggunakan carrier, hingga dipeluk langsung.
Suasana berlangsung hangat dan penuh interaksi antarpecinta hewan yang saling berbagi pengalaman tentang peliharaan masing-masing.
Menariknya, sejumlah kucing tampil menggemaskan dengan berbagai aksesori seperti baju lucu, pita, hingga kostum unik.
Ketua Makassar Cat Lovers Club (MCLC), Indra JM, mengatakan vaksinasi rabies menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit berbahaya yang dapat menular ke manusia.
Ia menyebut target dalam kegiatan ini mencapai sekitar 150 hewan peliharaan, baik kucing maupun anjing.
“Rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan bisa menular ke manusia,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan.
Salah satu peserta, Tini, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan vaksinasi gratis tersebut.
Ekonomi Kreatif
Selain kegiatan seni dan kesehatan hewan, event Makkunrai juga menghadirkan expo yang menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dan layanan mereka.
Berbagai sektor ikut meramaikan, mulai dari fashion, kuliner, Dekranasda, hingga klinik kecantikan dan layanan keuangan.
Salah satu tenant yang hadir adalah Alisa Skin Clinic yang menawarkan perawatan kecantikan berbasis teknologi medis modern.
Owner Alisa Skin Clinic, dr Indira Eka Alisa, mengatakan kliniknya menggunakan teknologi tinggi serta produk perawatan kulit berkualitas internasional.
Selain itu, pengunjung juga mendapatkan berbagai promo menarik selama event berlangsung, seperti voucher treatment hingga produk gratis.
Di sisi lain, Pegadaian turut ambil bagian dengan menghadirkan layanan investasi emas, tabungan emas, hingga pembiayaan usaha.
Perwakilan Pegadaian, Mey Fatikah Sari, mengatakan masyarakat dapat mengakses cicil logam mulia dengan sistem pembayaran bertahap.
“Selain itu ada juga layanan tabungan emas dan Pegadaian Digital untuk kemudahan transaksi,” ujarnya.
Pegadaian juga menawarkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus UMKM, pembiayaan kendaraan, hingga promo pembelian emas selama event.
Harga emas yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari ukuran 1 gram hingga 25 gram.
Kehadiran berbagai pelaku usaha ini disambut antusias pengunjung karena menjadi sarana edukasi sekaligus peluang ekonomi kreatif.(*)
| Ratnawati Arif: Perempuan Bisa Jalankan Semua Peran dengan Keseimbangan |
|
|---|
| Siapkan Insentif Rp43 M, Prof Farida Tantang Dosen Muda UNM Produktif Publikasi Jurnal Scopus |
|
|---|
| Prof Farida Ulas Kunci Lahirkan Generasi Berkualitas, Perempuan Harus Berpendidikan |
|
|---|
| Dari Sinjai ke Makkunrai Expo, Ratnawati Arif Gaungkan Peran Perempuan |
|
|---|
| Di Event Makkunrai, Wawali Makassar Paparkan Program Strategis Lindungi Anak dari Ancaman Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260423-Aliyah-Makassar.jpg)