Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makkunrai 2026

Prof Farida Ulas Kunci Lahirkan Generasi Berkualitas, Perempuan Harus Berpendidikan

Dalam keluarga, perempuan, khususnya ibu menjadi aktor utama dalam menanamkan nilai, karakter, serta kebiasaan dasar bagi anak.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Siti Aminah
TALKSHOW KARTINI - Plt Rektor UNM jadi pembicara dalam Talkshow Kartini yang digelar Tribun Timur Kamis (23/4/2026). Prof Farida bersanding dengan Bupati Sinjai, Ratnawati Arif. Agenda berlangsung di Phinisi Point Mal Jl Metro Tanjung Bunga 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kontribusi perempuan dalam pembangunan tidak hanya terlihat di ranah pemerintahan, politik, maupun sektor ekonomi, tetapi juga sangat menentukan di bidang pendidikan.

Perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sejak dari lingkungan keluarga.

Peran tersebut dimulai jauh sebelum anak mengenal bangku sekolah formal.

Dalam keluarga, perempuan, khususnya ibu menjadi aktor utama dalam menanamkan nilai, karakter, serta kebiasaan dasar bagi anak.

Hal inilah yang kemudian menjadi penentu arah perkembangan generasi ke depan.

Plt Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Farida Patittingi, menegaskan pentingnya pendidikan bagi perempuan dalam Talkshow Kartini yang digelar Tribun Timur bertajuk Makkunrai, Kamis (23/4/2026).

Prof Farida bersanding Bupati Sinjai, Ratnawati Arif di Phinisi Point Mal Jl Metro Tanjung Bunga. 

Baca juga: Aliyah Mustika Ilham Dikabarkan Mundur dari Demokrat, Ikut Suami Gabung Golkar

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi peran perempuan dalam pembangunan, khususnya dalam membentuk generasi masa depan.

Menurut Prof Farida, saat ini perempuan telah mendapatkan ruang yang jauh lebih luas dibandingkan masa lalu.

Ia menilai, berbagai kebijakan dan regulasi telah menjamin kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di berbagai sektor.

“Perempuan hari ini alhamdulillah semakin diberi ruang yang luas. Karena mulai dari kebijakan peraturan, konstitusi negara menjamin tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam segala hal,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan peluang tersebut harus direspons dengan kesiapan kapasitas diri.

Perempuan, kata dia, perlu memaksimalkan potensi agar mampu mengambil peran strategis, terutama di ruang publik.

Menurutnya, pendidikan menjadi penting  dalam meningkatkan kualitas perempuan.

“Perempuan harus terdidik. Perempuan harus berpendidikan. Tidak bisa tidak. Itu sudah harga mati,” tegasnya.

Guru besar Universitas Hasanuddin Makassar tersebut menjelaskan, perempuan memiliki peran ganda yang sangat kompleks dalam kehidupan.

Selain sebagai ibu, perempuan juga berperan sebagai istri, profesional, hingga anggota masyarakat.

Ia menyebut, kemampuan menjalankan berbagai peran tersebut menjadi keunggulan tersendiri bagi perempuan.

Namun demikian, peran domestik tetap memiliki posisi penting, terutama dalam mendidik anak.

Farida menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter anak.

“Pendidikan pertama itu dari ibu. Al-ummu madrasatul ula. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya,” jelasnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai karakter seperti etika, sopan santun, dan moralitas justru dibangun dari lingkungan keluarga.

Sementara itu, lembaga pendidikan formal hanya berfungsi memperkuat nilai-nilai tersebut.

“Kalau perempuan terdidik, perempuan dapat mendidik dengan baik,” lanjutnya.

Prof Farida juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi orang tua di era digital saat ini.

Ia mengungkapkan, penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat berdampak pada perkembangan anak.

Menurutnya, anak-anak kini cenderung lebih banyak berinteraksi dengan perangkat digital dibandingkan dengan orang tua.

Hal ini berpotensi mengganggu perkembangan sosial dan kemampuan komunikasi anak.

Ia bahkan menyinggung fenomena keterlambatan bicara pada anak akibat terlalu dini terpapar gadget.

Karena itu, ia mendorong peran aktif ibu dalam mengontrol penggunaan teknologi pada anak.

“Anak-anak kita harus dibatasi, kapan dia bisa menggunakan gadget. Karena banyak sekarang anak-anak misalnya speech delay, tidak bisa bicara karena dari kecil dikasih gadget,” ungkapnya.

Farida menegaskan, perempuan yang berpendidikan akan lebih siap menghadapi tantangan tersebut.

Ia menyebut, kualitas pendidikan perempuan berbanding lurus dengan kualitas generasi yang dilahirkan.

Dengan demikian, investasi pada pendidikan perempuan merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. (*) 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved