Tribun RT RW
Strategi Camat Tallo Hadapi Dampak Kekeringan Akibat Kemarau Panjang
Kecamatan Tallo disebut menjadi wilayah dengan potensi terdampak tertinggi kedua di Kota Makassar setelah Kecamatan Ujung Tanah.
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Camat Tallo Andi Husni mulai menyusun strategi menghadapi potensi dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang diperkirakan melanda wilayahnya dalam beberapa waktu ke depan.
Kecamatan Tallo disebut menjadi wilayah dengan potensi terdampak tertinggi kedua di Kota Makassar setelah Kecamatan Ujung Tanah.
Andi Husni mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan yakni menggelar asesmen lapangan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar pada Selasa pekan depan.
Dalam kegiatan tersebut, pihak kecamatan akan menyerap informasi dari lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga RT/RW.
“Rencananya hari Selasa saya undang dari BPBD sekaligus asesmen. Saya undang lurah, Bhabinkamtibmas, sama Babinsa karena lebih mengetahui wilayah,” ujarnya kepada Tribun Timur, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, asesmen dilakukan untuk memetakan titik rawan kekeringan, jumlah penduduk terdampak, hingga kebutuhan air bersih di setiap wilayah.
Hasil pemetaan itu nantinya menjadi dasar penyusunan langkah mitigasi.
Menurut Andi Husni, terdapat tiga kelurahan yang paling berisiko mengalami kekurangan air bersih, yakni Kelurahan Tallo, Buloa, dan Kaluku Bodoa.
Ketiga wilayah tersebut berada di kawasan pesisir sehingga sumber air tanah cenderung asin dan sulit dimanfaatkan.
“Kalau pengeboran itu sampai 200 meter ke bawah baru bisa dapat air tawar. Jadi memang daerah pesisir ini rawan kekurangan air bersih,” katanya.
Selain tiga wilayah itu, beberapa kelurahan lain seperti Rappokalling, Bunga Eja Beru, dan Suangga juga berpotensi terdampak kekeringan, meski tidak separah kawasan pesisir.
Ia menambahkan, salah satu solusi jangka panjang adalah memperbanyak sumur bor. Namun upaya itu kerap terkendala biaya tinggi dan persoalan legalitas lahan.
“Biasa banyak bantuan yang mau masuk, tapi terkendala alas hak,” ucapnya.
Andi Husni mengungkapkan, dalam langkah penanganan nantinya akan dibentuk satgas serta standar operasional prosedur (SOP).
“Nanti dibuat SOP dan alur pengaduan. Jadi kalau ada titik yang butuh air, RT/RW bisa langsung lapor ke Posko Komando, lalu diteruskan ke PDAM untuk penyaluran air,” jelasnya.
Selain itu, simulasi tanggap bencana kekeringan juga akan digelar dengan melibatkan seluruh kelurahan di Kecamatan Tallo dan wilayah sekitar.
Andi Husni menegaskan pihaknya siap menghadapi musim kemarau karena telah memiliki pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya.
“Setiap tahun kita hadapi, jadi kita belajar dari pengalaman sebelumnya bagaimana mengantisipasi dampaknya,” tuturnya.
| Kreatifnya RT/RW Kelurahan Gaddong Buat Video Edukasi Pemilahan Sampah Kepada Warga |
|
|---|
| Mengenal Sosok Basir, Lima Kali Lurah Sekarang Jadi Ketua RW |
|
|---|
| Pemilahan Sampah Jadi Ukuran Kinerja RT/RW di Panaikang |
|
|---|
| Lurah Pannambungan Bagikan Ember Organik Ke Warga, Minta RT/RW Kawal Program Pilah Sampah |
|
|---|
| Lurah Rappokalling Bagikan Bantuan Bibit Pohon ke 5 Kelompok Urban Farming |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Camat-Tallo-Andi-Husni-2026-66.jpg)