Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Sosok Sri Rahmi Mahmud, Kartini Penggerak Pendidikan di Lorong Rappokalling

‎Perempuan kelahiran Makassar, 30 April 1985, itu dikenal sebagai penggerak pendidikan, sosial, dan pemberdayaan warga

Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
KARTINI - Sri Rahmi Mahmud di dalam ruang kelas Sikola Mangkasara, sekolah informal untuk anak-anak kurang mampu di Kelurahan Rappokalling, Kota Makassar, 6 April 2026. Perjuangan Sri Rahmi menggerakkan pendidikan dan memberdayakan warga di Kelurahan Rappokalling.  

‎“Anak-anak harus punya ilmu dan akhlak. Itu yang kami bangun,” ujarnya kepada Tribun-Timur.Com, Selasa (21/4/2026).

‎Baginya, pendidikan yang baik harus hadir dekat dengan masyarakat dan bisa diakses siapa saja.

‎Karena itu, ia menghadirkan sekolah sederhana yang terbuka bagi warga sekitar.

‎Tak hanya di bidang pendidikan, Sri Rahmi juga aktif menggerakkan kehidupan sosial masyarakat.

‎Setiap Sabtu pagi, ia menggelar senam sehat bagi para ibu rumah tangga. 

‎Lorong yang biasanya sepi berubah menjadi ruang kebersamaan, canda, dan semangat hidup sehat.

‎“Kami ada program senam sehat setiap hari Sabtu pagi. Kita sama-sama jadikan sebagai hiburan,” katanya.

‎Soal kebersihan, Sri Rahmi mendorong perubahan dari rumah ke rumah.

‎Sampah organik diolah menjadi kompos cair dan padat menggunakan maggot, komposter, dan biopori.

‎“Yang bikin bau itu sampah organik, jadi kami olah jadi kompos,” jelasnya.

‎Untuk sampah anorganik seperti botol dan plastik, warga diminta memilah lalu menyerahkannya kepada pemulung agar bernilai ekonomi.

‎Kepeduliannya juga terlihat ketika menginisiasi pengadaan gerobak melalui bantuan donatur Sikola Mangkasara untuk seorang warga di wilayahnya yang bekerja sebagai pemulung.

‎“Dulu saya lihat ada warga bawa barang pakai karung, ternyata warga saya. Dari situ ada inisiatif bantu gerobak,” tuturnya.

‎Sri Rahmi juga menggagas program beasiswa untuk anak sekolah dasar.

‎Menariknya, beasiswa tersebut disertai syarat sosial. Orang tua harus aktif mengikuti kegiatan lingkungan seperti senam, mengaji, dan kerja bakti.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved