Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

‎Hadapi Kemarau Panjang, Camat Panakkukang Tanam 1.000 Pohon dan Instruksikan Kesiapaan Air Bersih

‎Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau panjang dan potensi El Nino

Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Siti Aminah
KEMARAU PANJANG - Camat Panakukang Syahril bersama RT/RW Kelurahan Pampang melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon di bantaran sungai di Kelurahan Pampang, Sabtu (18/4/2026).  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Camat Panakkukang bersama jajaran pemerintah kecamatan, Pemerintah Kelurahan Pampang, serta para ketua RT dan RW melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon di bantaran sungai Kelurahan Pampang, Sabtu (18/4/2026).

‎Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau panjang dan potensi El Nino yang diperkirakan memicu kekeringan di sejumlah wilayah.

‎Camat Panakkukang Syahril mengatakan penanaman pohon difokuskan di area bantaran sungai dan pinggir kanal yang selama ini minim pepohonan.

‎Menurutnya, kawasan tersebut merupakan daerah terbuka yang rawan diterpa angin kencang hingga berpotensi memicu angin puting beliung.

‎“Karena di situ daerah terbuka yang kurang pepohonan, sehingga kami berinisiatif melakukan penanaman seribu pohon di pinggiran bantaran sungai yang ada di Kelurahan Pampang,” ujarnya.

‎Jenis pohon yang ditanam antara lain pohon jati, mahoni, dan ketapang.

‎Ia menjelaskan keberadaan pohon-pohon tersebut diharapkan dapat menjadi penahan angin sekaligus mengurangi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu permukiman warga.

‎Selain itu, program penghijauan ini juga ditujukan untuk menjaga kualitas lingkungan dan menambah ruang terbuka hijau di wilayah Panakkukang.

‎Di sisi lain, Syahrir mengakui sejumlah wilayah di kecamatan tersebut masuk kategori rawan kekeringan berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah. 

‎Beberapa daerah yang menjadi perhatian antara lain Kelurahan Pampang dan Karuwisi Utara.

‎Karena itu, Syahrir telah menginstruksikan para lurah untuk mendata titik-titik permukiman yang berpotensi mengalami kesulitan air bersih.

‎“Instruksinya segera mencari informasi terkait pembuatan sumur bor dengan tandon-tandon, sekaligus berkoordinasi dengan PDAM terkait penyediaan air bersih,” katanya.

‎Selain ancaman kekeringan, pemerintah kecamatan juga mewaspadai meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau.

‎Seluruh lurah diminta memantau tumpukan sampah dan area semak kering yang mudah terbakar agar segera ditangani.

‎"Dilakukan pendataan dan pengawasan titik-titik yang rawan jadi titik bermula api," ucapnya. 

‎D saat bersamaan juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui kunjungan langsung ke lingkungan warga dan pertemuan-pertemuan rutin.

‎Tugas edukasi ini menjadi tugas utama RT/RW sebagai aparat wilayah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. 

‎"Warga diimbau menjaga kesehatan selama musim panas dengan memperbanyak konsumsi air putih serta waspada terhadap sumber percikan api yang bisa memicu kebakaran," jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved