Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Plt Dirut PDAM Makassar Hamzah Ahmad Diganti, Munafri Arifuddin: Masa Jabatan Habis

Wali Kota Makassar menunjuk Andi Syahrum Makkurade gantikan Hamzah Ahmad sebagai Plt Dirut PDAM Makassar.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Siti Aminah
PDAM MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dan Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli diwawancara di Media Center Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Senin (20/4/2026). Munafri ungkap alasan ganti pejabat PDAM Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkap alasan di balik pergantian Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Keputusan tersebut diambil seiring berakhirnya masa jabatan pejabat sebelumnya, Hamzah Ahmad

Diketahui, Hamzah Ahmad telah setahun menjabat sebagai Plt Direktur Utama PDAM. 

Ia diberi amanah memimpin perusahaan air minum Makassar pada April 2025 lalu. 

Amanah tersebut diemban bersama Nanang Sutarjo sebagai Plt Direktur Keuangan. 

Munafri Arifuddin juga telah memberi kesempatan perpanjangan tugas pada Oktober 2025 lalu. 

Munafri menegaskan, pergantian ini  bagian dari mekanisme yang harus dijalankan sesuai aturan. 

Selain itu, langkah ini juga untuk memperkuat kinerja perusahaan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pertimbangan ini karena masa waktunya sudah selesai sehingga tidak bisa diperpanjang lagi,” ujar Munafri diwawancara di Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Senin (20/4/2026). 

Baca juga: Sosok Andi Syahrum Makkurade Dirut PDAM Makassar Pengganti Hamzah Ahmad

Setelah pergantian Plt Dirut, pengelolaan sementara akan melibatkan Dewan Pengawas (Dewas) PDAM. 

Andi Syahrum Makkuradde sebagai Plt Dirut, dan Andi Taufiq Aris sebagai Plt Direktur Umum. 

Penunjukan Plt baru dilakukan untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan masyarakat.

Munafri menekankan, kesinambungan layanan menjadi prioritas utama di tengah proses transisi kepemimpinan. 

Pemerintah Kota Makassar tidak ingin ada gangguan distribusi air bersih akibat pergantian jabatan.

“Lalu kita akan masuk mengganti direksi ini dengan Dewas yang ada. Nah, dari situ kita akan memaksimalkan sehingga tidak ada proses layanan yang tidak berjalan,” katanya.

Munafri mengakui, persoalan distribusi air masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi PDAM. 

Oleh karena itu, tugas direksi baru harus fokus pada penyelesaian masalah tersebut.

“Inilah yang harus kita pastikan, ini menjadi tugas utamanya. Tidak hanya memperbaiki secara korporasi tapi memastikan layanan ini bisa menjangkau sampai di saudara-saudara kita yang ada di Utara,” tegasnya.

Saat ini, terdapat sejumlah kendala teknis yang memengaruhi distribusi air, seperti kebocoran pada pipa utama serta kerusakan pompa dalam sistem jaringan.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur tersebut harus segera dituntaskan agar distribusi air bisa kembali optimal dan menjangkau lebih banyak pelanggan.

Munafri juga menyoroti pentingnya kesiapan rencana cadangan atau backup plan jika perbaikan teknis tidak segera membuahkan hasil maksimal.

“Kalau ini tidak bisa terjangkau, PDAM harus punya back up plan untuk memastikan air yang ada di Utara kota bisa selesai persoalannya,” pesannya. (*) 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved