Alasan Pemkot Makassar Ulang Seleksi Direksi PDAM, Tunggu Restu Kemendagri
Andi Zulkifli Nanda sementara berkonsultasi intensif dengan Kemendagri soal pengisian Direksi PDAM
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Sekda Makassar Andi Zulkifli Nanda konsultasi Kemendagri soal seleksi Direksi PDAM
- Sejauh ini Pemkot Makassar belum mendapatkan restu Kemendagri
- Oleh karena itu Pemkot belum bisa melantik direksi definitif PDAM
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seleksi Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) akan diulang.
Langkah ini diambil setelah hasil seleksi sebelumnya belum mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifli Nanda menegaskan, saat ini pihaknya masih berkonsultasi intensif dengan Kemendagri terkait rencana tersebut.
Hal tersebut penting agar seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
“Iya, ini kan sementara kita masih konsultasi ke Kemendagri, karena kita harus mengacu kepada Permendagri nomor 23 tahun 2024,” ujar Zulkifli diwawancara di Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, belum terbitnya rekomendasi menjadi alasan utama belum dilantiknya direksi definitif PDAM.
Kata Zulkifli, proses konsultasi akan menjadi kunci dalam menentukan langkah selanjutnya.
Semua keputusan akan merujuk pada hasil komunikasi dengan Kemendagri.
Pemerintah kota tidak ingin mengambil langkah yang berpotensi menyalahi aturan.
Karena itu, seleksi ulang menjadi opsi yang dipertimbangkan.
Proses ini akan tetap melibatkan panitia seleksi (pansel) yang sebelumnya telah dibentuk.
“Nah, untuk seleksi ulang ini, ini kan sudah ada panselnya kemarin. Ya, tentu ini akan dilanjutkan,” jelasnya.
Dewan Pengawas (Dewas) PDAM ini menambahkan, sekarang pansel masih menyusun kembali tahapan teknis seleksi.
Semua proses akan disesuaikan dengan hasil konsultasi bersama Kemendagri.
| Disrupsi AI dan Ketatnya Persaingan Kerja Jadi Bahasan Seminar Nasional HMAN PNUP Makassar |
|
|---|
| Dekan FSIKP UMI: Bahasa adalah Ruang Peradaban Bertumbuh |
|
|---|
| Pantau Pemulangan Haji, DPR Cek Fasilitas dan Layanan di Bandara Sultan Hasanuddin |
|
|---|
| Makassar Miliki Rumah Ibadah Buddha Baru, Cetiya Zhen An Kong Bisa Tampung 500 Orang |
|
|---|
| Terungkap Alasan Penerbangan Pulang Kloter Ganjil Debarkasi Makassar Delay |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260420-Munafri-Arifuddin-77898.jpg)