Pemuka Agama di Makassar Bakal Laporkan Penyebar Pertama Video Mati Syahid JK
Sejumlah pemuka agama di Makassar yang tergabung dalam Anti Provokator Nasional menilai potongan video pidato JK diframing negatif.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
VIDEO JK - Konferensi Pers Anti Provokator Nasional Caption: Konferensi pers Anti Provokator Nasional di Warkop Pojok, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat (17/4/2026). Mereka berencana melaporkan penyebar pertama potongan video “mati syahid” JK ke polisi.
-Menyatakan apa yang dikatakan JK adalah deskripsi realitas sosial masa lalu, bukan representasi ajaran agama tertentu secara normatif.
-Mengimbau masyarakat menahan diri, menghindari framing sepihak, dan memahami konteks secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antarumat beragama.
-Mengajak masyarakat Indonesia menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menjunjung tinggi nilai kebangsaan dan keragaman.
-Menegaskan tuduhan penistaan agama dan kriminalisasi terhadap JK tidak tepat, tidak berdasar, dan sangat berlebihan.
Narasi yang berkembang harus diluruskan dengan pendekatan bijak dan profesional. (*)
Baca Juga
| 31 Kafilah Makassar Lolos ke Final MTQ Sulsel: Soppeng, Toraja Utara, dan Tana Toraja Nihil |
|
|---|
| Sowan ke Jokowi, YPI Mega Rezky Perkuat Arah Transformasi Pendidikan Nasional |
|
|---|
| Dorong Budaya Literasi, PKK Makassar Ajak Warga Membaca 15 Menit Setiap Hari |
|
|---|
| Akses Jalan di Mallengkeri Sudah Mulus, Siap Tampung Pedagang Pasar Kalimbu |
|
|---|
| Larangan Away Masih Berlaku, Panpel PSM Makassar Imbau Suporter Borneo Tak Pakai Atribut di Parepare |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-17-APRIL-JK.jpg)