Makassar Mulia
Akses Jalan di Mallengkeri Sudah Mulus, Siap Tampung Pedagang Pasar Kalimbu
Ringkasan Berita:
- Jalan Terminal Mallengkeri sudah mulus usai perbaikan
- Siap tampung relokasi pedagang Pasar Kalimbu
- Terminal tetap beroperasi, pasar berjalan berdampingan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perumda Terminal Makassar Metro mulai menata kawasan Terminal Mallengkeri di Jl Mallengkeri Raya, Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate.
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin menyampaikan, penataan dimulai berjalan sejak awal 2026.
Penataan yang dilakukan berupa pembenahan infrastruktur jalan.
Ia menjelaskan, perbaikan difokuskan pada akses jalan yang sebelumnya rusak dan kerap tergenang saat hujan.
Kini, akses jalan kembali mulus pasca pengaspalan.
“Jalannya kemarin di sini berlubang, terus kalau hujan ada genangan, alhamdulillah di tahun 2026 ini sudah ada perubahan,” beber Elber ditemui di Terminal Mallengkeri, Jumat (17/6/2025).
Menurutnya, pembenahan ini diharapkan memberi kenyamanan bagi pengguna terminal maupun aktivitas lain yang akan dikembangkan di kawasan tersebut.
Selain pembenahan fisik, Terminal juga mendorong kolaborasi lintas instansi, khususnya dengan Perumda Pasar Makassar.
Langkah ini berkaitan dengan rencana relokasi pedagang dari Pasar Kalimbu di Jalan Veteran Utara.
“Pak Wali menginstruksikan bahwa pedagang yang ada di Pasar Kalimbu itu akan ditertibkan,” ujarnya.
Sebelumnya, para pedagang telah direlokasi ke terminal.
Hanya saja, mereka mengeluhkan kondisi infrastruktur sebagai alasan belum bersedia pindah.
Namun kini, perbaikan jalan telah rampung sehingga tidak ada lagi alasan untuk menunda relokasi.
“Alhamdulillah di 2026 ini sudah diperbaiki, jadi tidak ada lagi alasan infrastruktur tidak memadai,” tegasnya.
Elber juga memastikan, sebagian besar pedagang sebenarnya siap direlokasi ke Terminal Mallengkeri.
Berdasarkan data, jumlah pedagang yang akan direlokasi dari Pasar Kalimbu Veteran diperkirakan mencapai sekitar 100 mobil.
Ia menambahkan, konsep pasar bongkar muat memungkinkan fleksibilitas bagi pedagang, termasuk opsi menyewa kios.
“Tidak menutup kemungkinan ada kios-kios yang dia sewa,” katanya.
Kendati begitu, fungsi terminal tidak akan hilang meskipun nantinya terdapat aktivitas pasar.
“Kita cuma menyediakan lahan saja, terminalnya tetap jalan, pasarnya juga jalan,” tegasnya.
Kata Elber, aktivitas terminal saat ini memang mengalami penurunan, terutama setelah berkurangnya angkutan pete-pete.
“Dulunya pete-pete banyak di sini, tapi sekarang sudah bertransformasi, sehingga volumenya berkurang,” jelasnya.
Ke depan, pihaknya juga berencana menjalin kerja sama dengan perusahaan transportasi, Bluebird untuk meramaikan terminal.
Untuk pengelolaan retribusi bagi pedagang, ia menegaskan tetap menjadi kewenangan Perumda Pasar Makassar.
Sementara itu, sumber pendapatan terminal akan berasal dari layanan operasional seperti peron, karcis, dan sewa lahan.
“Itulah pemeliharaan kita, sesuai dengan tupoksi masing-masing,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa seluruh skema kolaborasi ini tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Direktur-Utama-Perumda-Terminal-Makassar-Metro-Elber-Maqbul-Amin.jpg)