Tribun RT RW
Tak Sekadar Bersih-Bersih, Program Ismail Mooduto Perkuat Silaturahmi Warga Batua Makassar
Program ini menjadi inisiatif utama sejak Ismail diamanahkan sebagai Ketua RW 013 oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
Cairan ini dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah, memperkuat akar tanaman, serta menjadi pestisida organik.
Gerakan ini merupakan salah satu program Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Ia menginisiasi program terintegrasi yang mendorong setiap RT/RW menerapkan urban farming serta pengelolaan sampah berbasis eco-enzyme, maggot, dan budidaya pangan.
Menurut Ismail, peran wilayah sangat penting dalam memastikan program pemerintah berjalan hingga ke tingkat masyarakat.
Perubahan di wilayahnya pun mulai terasa. Ia menyebut kondisi lingkungan kini semakin baik, termasuk dari sisi infrastruktur.
Perbaikan jalan dan drainase yang dilakukan pemerintah berdampak pada berkurangnya genangan air di kawasan tersebut.
“Sekarang jalanan sudah tidak banjir. Kalau pun ada, itu di beberapa rumah yang posisinya lebih rendah,” ungkapnya.
RW 13 Batua sendiri dihuni sekitar 200 kepala keluarga dengan total kurang lebih 800 jiwa.
Wilayah ini terdiri dari empat RT, dengan rata-rata 50 hingga 60 kepala keluarga di setiap RT.
Di balik aktivitas sosialnya, Ismail dikenal sebagai sosok yang memiliki pengalaman di dunia organisasi dan politik.
Ia pernah maju sebagai calon legislatif DPRD Kota Makassar pada Pemilu 2024 dari Partai Golkar di Daerah Pemilihan (Dapil) IV.
Dapil IV Makassar meliputi Kecamatan Manggala dan Panakkukang.
Saat itu, ia juga sempat diamanahkan sebagai Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Manggala.
Kini, ia masih aktif sebagai kader Golkar dan dipercaya sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Panakkukang dan Manggala.
Meski demikian, Ismail memilih memprioritaskan pengabdian langsung kepada masyarakat melalui perannya sebagai Ketua RW 13 Batua.
“Sekarang saya fokus mengabdi ke masyarakat. Ini amanah yang harus dijalankan dengan baik,” tegasnya.
Dalam kesehariannya, Ismail berprofesi sebagai wiraswasta di perusahaan swasta yang bergerak di bidang pupuk organik.
Latar belakang ini turut memperkuat komitmennya dalam mendorong program lingkungan seperti eco enzyme dan urban farming di wilayahnya.()
| Waspada TPS Liar, Camat Biringkanaya Kerahkan RT/RW dan Linmas Jaga Titik Rawan |
|
|---|
| Talasalapang Jadi Target Pembuangan Sampah Oknum Warga, Camat Kerahkan Lurah dan RT RW |
|
|---|
| Biringkanaya-Rappocini Siaga! 2 Camat Makassar Murka Wilayahnya Darurat Sampah Liar |
|
|---|
| Camat: 1 Jam Sampah Ujung Tanah Sudah Harus Terangkut |
|
|---|
| Suasana Warga Antre Setor Sampah Nonorganik di BSU Makkio Baji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ismail-Mooduto-2026-66.jpg)