Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Jumat Bersih, Lurah Tekankan Lingkungan Sehat

‎Ketua RT 005 RW 003, Suriani, mengatakan kerja bakti ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap pekan.

Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
JUMAT BERSIH - RT/RW Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, melaksanakan kegiatan Jumat Bersih di lapangan BTN Hartaco Indah, Jumat (10/4/2026).    

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua RT/RW di Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, menggelar kerja bakti rutin “Jumat Bersih”, Jumat (10/4/2026).

‎Kegiatan tersebut dipusatkan di lapangan tenis BTN Hartaco Indah Blok 3 L, dengan melibatkan seluruh RT/RW.

‎Ketua RT 005 RW 003, Suriani, mengatakan kerja bakti ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap pekan.

‎“Kami bersama warga datang sejak pagi, membersihkan lapangan dan sekitarnya,” ujarnya.

‎Menurut Suriani, pada kegiatan kali ini, fokus pembersihan dilakukan pada area yang dipenuhi rumput liar dan semak yang mulai merambat.

‎“Kebetulan saya bawa parang, karena banyak rumput liar yang sudah merembet sampai ke atas pagar, bahkan sudah ada ranting-rantingnya, jadi kita tebas,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, lokasi kerja bakti tidak hanya terpusat di satu titik. 

‎Setiap pekan, kegiatan ini dilakukan secara bergilir di masing-masing RW.

‎“Jadi tiap Jumat berikutnya kita gilir per RW, sesuai titik yang perlu,” tambahnya.

‎Sementara itu, Lurah Parangtambung, Muhammad Zulkifli Ghozali, menyebut kegiatan Jumat Bersih tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat.

‎“Kegiatan ini untuk menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, asri, dan bebas dari sampah maupun sumber penyakit,” ujarnya.

‎Selain itu, kata dia, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat semangat gotong royong dan mempererat hubungan sosial antarwarga.

‎Pemerintah kelurahan juga terus mendorong berbagai program pengelolaan sampah di masyarakat, seperti bank sampah, teba modern, hingga biopori.

‎“Pemilahan ini penting agar memudahkan petugas dalam mengelola sampah,” jelasnya.

‎Meski demikian, ia mengakui masih ada kendala dalam pelayanan kebersihan, khususnya keterbatasan armada pengangkut sampah.

‎Saat ini, jumlah unit motor pengangkut seperti viar atau fukuda, serta armada ke TPA Tamangapa dinilai belum mencukupi.

‎“Kami butuh tambahan sekitar 3 sampai 5 unit armada, karena jumlah warga yang dilayani mencapai 18 ribu jiwa,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved