Pembelajaran Jarak Jauh
Pengamat: Pembelajaran Jarak Jauh Berisiko Tekan Ekonomi Lokal Kampus
Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan bagi mahasiswa semester lima ke atas dan pascasarjana menuai sorotan dari sisi ekonomi.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Alfian
Wakil Dekan III FEB Unismuh Makassar ini mengatakan, meskipun kebijakan ini efisien secara makro, pemerintah perlu mengantisipasi dampak lanjutan di tingkat mikro.
Ia mendorong adanya kebijakan pendamping, khususnya bagi pelaku UMKM yang bergantung pada aktivitas kampus.
“Pada intinya, kebijakan ini efisien secara makro, tetapi berisiko menekan ekonomi mikro lokal jika tidak diikuti dengan kebijakan pendamping untuk UMKM,” jelas Rendra.
Turunnya Transaksi
Sementara itu, Pengamat Ekonomi dari Universitas Bosowa (Unibos), Dr Lukman Setiawan, menilai salah satu dampak paling langsung dari PJJ adalah menurunnya aktivitas transaksi harian di kawasan sekitar kampus.
Sejumlah sektor usaha kecil seperti warung makan, rumah kos, jasa fotokopi, ojek online, laundry, hingga kafe belajar kehilangan pelanggan tetap.
“Bagi UMKM kecil, kehilangan satu hingga dua hari aktivitas mahasiswa saja dalam seminggu sudah cukup membuat omzet turun signifikan,” jelasnya Lukman.
Selain itu, ia menilai sektor hunian kos juga terdampak.
Mahasiswa tingkat akhir yang umumnya tinggal di sekitar kampus berpotensi kembali ke daerah asal, sehingga banyak kamar kos menjadi kosong dan pemilik kehilangan pendapatan.
Dampak ekonomi ini, lanjut Lukman, tidak hanya terjadi pada sektor utama, tetapi juga merambat ke berbagai usaha pendukung.
“Bukan cuma makanan, tapi juga percetakan tugas, toko buku, hingga jasa pengetikan ikut terdampak. Ini adalah efek ganda dalam rantai ekonomi kecil di sekitar kampus,” katanya.
Meski demikian, ia mencatat adanya sisi penyeimbang dari kebijakan tersebut.
Pengeluaran mahasiswa yang berkurang di kawasan kampus akan berpindah ke daerah asal mereka.
“Uang yang tidak dibelanjakan di sekitar kampus akan berputar di kota asal mahasiswa, misalnya untuk kebutuhan listrik, internet, atau konsumsi rumah tangga,” jelas Lukman.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260408-Dr-Rendra-Anggoro-dan-Dr-Lukman-Setiawan.jpg)