Porprov Terancam Molor Dua Bulan, KONI Sulsel Minus Anggaran Rp4,5 M
Awalnya, pesta olahraga multi cabang ini digelar pada September, tapi kemungkinan mundur ke November 2026.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Pelaksanaan Porprov XVIII yang akan digelar di Wajo dan Bone berpeluang mundur dari September ke November 2026.
- Ketua Harian KONI Sulsel, Chalik Suang, mengatakan usulan penundaan datang dari KONI kabupaten/kota dan cabang olahraga yang membutuhkan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan agar bisa berpartisipasi secara optimal.
- Dispora Sulsel mengalokasikan Rp6,5 miliar, sementara kebutuhan minimal mencapai Rp11 miliar untuk mendukung pelaksanaan 40 cabang olahraga dan 11 cabang ekshibisi.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII 2026 Wajo-Bone terancam mundur.
Awalnya, pesta olahraga multi cabang ini digelar pada September, tapi kemungkinan mundur ke November 2026.
Perubahan jadwal mempertimbangkan usulan dari pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten/kota dan pengurus cabang olahraga (Cabor).
Mereka butuh tambahan anggaran untuk berpartisipasi di Porprov XVIII.
Hal ini diutarakan Ketua Harian KONI Sulsel Chalik Suang saat dihubungi Tribun-Timur.com, Kamis (4/6/2026).
“Iya (peluang pelaksanaan Porprov mundur), dari September ke November,” ungkapnya.
Baca juga: Jelang Porprov Sulsel 2026, PBVSI Bone Pantau Kesiapan Tim Voli Putri dan Fasilitas Latihan
Chalik Suang menegaskan, November mendatang batas pelaksanaan Porprov.
Tak boleh lagi ada tawar-menawar setelah itu.
Usulan Porprov diundur diakomodir demi KONI kabupaten/kota dan Cabor mendapat tambahan anggaran di APBD Perubahan.
Sebab, mereka tak akan dapat anggaran tambahan jika Porprov tetap terlaksana di September.
APBD Perubahan biasanya dibahas di Juli-Agustus, penetapannya pada Oktober.
“Bulan November tidak bisa nyebrang (pelaksanaan Porprov),” tegasnya.
Menurut Chalik Suang, anggaran pelaksanaan Porprov 2026 memang kurang.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel hanya mengalokasikan Rp 6,5 miliar.
Padahal, minimal anggaran dibutuhkan sekira Rp 11 miliar.
| Detik-detik Penyelamatan Bayi Setahun yang Terkunci di Dalam Mobil |
|
|---|
| Camat Tempe: Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Gelar Pertama dan Terakhir Cristiano Ronaldo |
|
|---|
| Cerita Junarti-Andi Tenri Jamaah Haji Asal Wajo: Pengalaman Seumur Hidup, Seperti Keluarga Besar |
|
|---|
| Heriwawan Desak PT Pupuk Indonesia Investigasi Dugaan Permainan Harga Pupuk Subsidi di Bone |
|
|---|
| Daftar Harga Pupuk Subsidi Terbaru di Bone, Benarkah Lebih Mahal? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-04-Ketua-Harian-KONI-Sulsel-Chalik-Suang.jpg)