Ular Piton Berukuran 6 Meter Serang Petani Parepare, Terpaksa Dilumpuhkan dengan Parang
Ular piton sepanjang 6 meter menyerang petani Rusman (44) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Muh Hasim Arfah
Ular Piton
Ular piton merupakan salah satu jenis ular besar yang termasuk dalam keluarga Pythonidae. Hewan ini banyak ditemukan di wilayah Asia, Afrika, dan Australia, termasuk di Indonesia yang memiliki hutan tropis sebagai habitat alaminya.
Piton sering hidup di daerah hutan, rawa, sungai, bahkan terkadang muncul di sekitar pemukiman manusia.
Secara fisik, ular piton memiliki tubuh yang besar, panjang, dan sangat kuat. Panjangnya dapat mencapai beberapa meter, bahkan hingga lebih dari sepuluh meter pada spesies tertentu.
Kulitnya memiliki pola dan warna yang beragam, yang berfungsi sebagai kamuflase untuk menyamarkan diri di lingkungan sekitarnya.
Berbeda dengan beberapa jenis ular lain, piton tidak memiliki bisa, namun kekuatan tubuhnya menjadikannya predator yang sangat efektif.
Dalam berburu, piton menggunakan teknik melilit atau constrictor. Setelah menangkap mangsanya, piton akan melilit tubuh mangsa dengan kuat hingga mangsa tidak dapat bernapas. Setelah itu, mangsa akan ditelan secara utuh.
Makanan utama piton adalah hewan-hewan seperti tikus, burung, kadal, dan mamalia kecil hingga sedang.
Ular piton berkembang biak dengan cara bertelur. Induk betina biasanya akan menjaga telur-telurnya hingga menetas, bahkan melindunginya dari ancaman predator.
Jumlah telur yang dihasilkan bisa mencapai puluhan butir dalam sekali bertelur.
Meskipun tidak berbisa, piton tetap dapat berbahaya bagi manusia karena kekuatan lilitannya.
Namun, serangan terhadap manusia tergolong jarang terjadi dan biasanya hanya dilakukan ketika piton merasa terancam.
Dalam ekosistem, ular piton memiliki peran penting sebagai pengendali populasi hewan lain, terutama tikus dan hewan kecil lainnya.
Dengan demikian, keberadaan piton membantu menjaga keseimbangan alam.(*)
| BBV Maros Imbau Warga Teliti Pilih Hewan Kurban, Ini Ciri-ciri Hewan Terindikasi PMK |
|
|---|
| Tinta Emas Kejati Sulsel di Kasus Nanas, Rakyat Menanti Keadilan yang Tuntas |
|
|---|
| Janda hingga Anak Putus Sekolah Diberdayakan di Kedai Panrita |
|
|---|
| 2 Direktur Rumah Sakit Parepare Mengundurkan Diri, Tasming Hamid: Tidak Ada Masalah |
|
|---|
| Pembentukan Provinsi Luwu Raya Berdasarkan Kepentingan Strategis Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260408_ULAR-PITON_ular-piton-Parepare-2026.jpg)