Tribun RT RW
Sampah Lorong Dikelola RT, Sampah Usaha Ditata Camat Ujung Pandang
Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, menjelaskan tiap usaha memiliki karakteristik produksi sampah berbeda
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
MAKASSAR, TRIBUN – Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang akan melakukan pendataan ulang terhadap produksi sampah dari pelaku usaha, mulai rumah makan, restoran, kafe, hingga usaha kuliner lainnya.
Pendataan ini bertujuan memastikan kesesuaian antara volume sampah yang dihasilkan dengan retribusi yang selama ini dibayarkan.
Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, menjelaskan tiap usaha memiliki karakteristik produksi sampah berbeda, baik dari segi volume maupun waktu puncak produksi.
“Produksi sampah tiap usaha tidak sama. Ada yang tinggi di malam hari, siang hari, bahkan meningkat signifikan saat sore atau akhir pekan,” ujar Nanin, Senin (6/4).
Menurutnya, sistem retribusi selama ini belum sepenuhnya mencerminkan jumlah sampah yang dihasilkan.
Karena itu, pendataan akan dilakukan selama beberapa hari untuk mengetahui rata-rata produksi sampah harian masing-masing usaha.
Hasilnya akan menjadi dasar penyesuaian retribusi agar lebih adil.
“Ke depan kita sesuaikan retribusi dengan karakter usaha dan volume sampah yang dihasilkan,” tambahnya.
Selain itu, Kecamatan Ujung Pandang menekankan pentingnya penguatan pengelolaan kebersihan berbasis masyarakat.
Koordinasi mulai tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW menjadi kunci keberhasilan.
RT dan RW diharapkan aktif mengatur jadwal penjemputan, alur pengangkutan, hingga optimalisasi armada persampahan.
“Kami akan memperkuat koordinasi mulai dari lurah hingga RT/RW untuk memastikan sistem penjemputan dan pengangkutan sampah berjalan maksimal,” jelas Nanin.
Evaluasi armada dan tenaga satgas persampahan juga akan dilakukan untuk memastikan pelayanan optimal.
Upaya ini sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang menekankan pembenahan sistem persampahan secara nyata dan terukur.
Dalam rapat koordinasi di Kantor Wali Kota, Senin (6/4/2026), Munafri mengatakan persoalan sampah di Makassar semakin kompleks dan membutuhkan penanganan serius.
| Gerakkan RT/RW, Lurah Kampung Buyung Genjot Kebersihan dan Bank Sampah |
|
|---|
| Ketua RW 005 Rappojawa Makassar Gerakkan Warga Lewat Urban Farming dan Bank Sampah |
|
|---|
| Kelurahan Karuwisi Utara Mulai Sosialisasikan Program RW Percontohan Bebas Sampah |
|
|---|
| Lurah Rappokalling Tekan Sampah Organik, 39 RT Diberi Komposter, 5 RW Terima Biopori |
|
|---|
| Bontolebang Tancap Gas Kelola Sampah, BSU Perdana Diluncurkan di RW 002 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Camat-Ujung-Pandang-Nanin-Sudiar-2026-6.jpg)