Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

‎Lurah Rappokalling Tekan Sampah Organik, 39 RT Diberi Komposter, 5 RW Terima Biopori

‎Kegiatan ini berlangsung di Kantor Lurah Rappokalling, Jalan Daeng Tantu No. 42, Rappokalling, Minggu (5/4/2026).

Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Istimewa
KELOLA SAMPAH - Lurah Rappokalling, Kecamatan Tallo, Ismail menyerahkan bantuan komposter dan biopori kepada RT/RW di wilayahnya, Minggu (5/4/2026). Masing-masing 39 RT mendapatkan 1 komposter, dan 5 RW mendapatkan 2 biopori.  


TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua RT dan RW di Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, mendapatkan bantuan fasilitas pengelolaan sampah organik, berupa komposter dan biopori.

‎Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Lurah Rappokalling, Ismail, dalam kegiatan yang turut dirangkaikan dengan pemberian materi pengelolaan sampah terpadu oleh Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar.

‎Kegiatan ini berlangsung di Kantor Lurah Rappokalling, Jalan Daeng Tantu No. 42, Rappokalling, Minggu (5/4/2026).

‎Ismail menjelaskan, bantuan yang diberikan mencakup komposter untuk seluruh RT serta biopori untuk masing-masing RW. 

‎Di Kelurahan Rappokalling sendiri terdapat 39 RT dan 5 RW.

‎“Untuk komposter, satu RT satu unit. Sementara biopori, masing-masing RW mendapat dua titik, sehingga totalnya mencapai 10 titik,” ujarnya.

‎Ia menegaskan, penggunaan fasilitas tersebut akan terus dipantau agar tidak sekadar menjadi pajangan. 

‎Setiap RT diminta mendokumentasikan dan melaporkan pemanfaatannya secara rutin ke pihak kelurahan.

‎“Ini program berkelanjutan. Jadi harus ada progresnya dan benar-benar digunakan untuk mengolah sampah,” jelasnya.

‎Selain penyerahan bantuan, RT dan RW juga mendapatkan pembekalan langsung dari Dewan Lingkungan Hidup terkait cara penggunaan komposter dan biopori. 

‎Diharapkan, setelah memahami teknisnya, para pengurus wilayah dapat segera menerapkannya di lingkungan masing-masing dan mengedukasi masyarakat.

‎Menurut Ismail, penggunaan komposter dan biopori bertujuan untuk meminimalisir volume sampah sejak dari tingkat rumah tangga. 

‎“Ini langkah untuk mengurangi volume sampah. Kondisi sekarang bisa dibilang sudah darurat sampah, jadi perlu penanganan dari hulu,” katanya.

‎Lebih lanjut, ia mengatakan program ini diintegrasikan dengan pengembangan Urban Farming di setiap RW. 

‎Hasil pengolahan sampah organik nantinya akan dimanfaatkan sebagai pupuk kompos maupun pupuk cair.

‎“Setiap RW kami dorong punya Urban Farming percontohan. Sementara di tingkat RT, minimal memanfaatkan pekarangan untuk tanam-menanam,” tambahnya.

‎Ismail menambahkan, program ini merupakan bagian dari upaya mendukung target Pemerintah Kota Makassar untuk mencapai kondisi bebas sampah pada 2029.

‎“Minimal kita bisa mengurangi volume sampah dari lingkungan masing-masing,” katanya.

‎Ia mengungkapkan, Kelurahan Rappokalling menjadi salah satu yang pertama di Kecamatan Tallo yang menginisiasi program ini. 

‎Bantuan tersebut diperoleh setelah pihak kelurahan mengajukan permohonan resmi ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar. 

‎“Ini bagian dari inisiatif kami. Kami menyurat ke DLH dan alhamdulillah direspon,” ucapnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved