DPRD Makassar Apresiasi Program 1 Kelurahan 1 RW Bebas Sampah
Kebijakan Satu Kelurahan Satu RW Bebas Sampah digagas Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Sakinah Sudin
Ringkasan Berita:
- Andi Suharmika menilai kebijakan Satu Kelurahan Satu RW Bebas Sampah sebagai langkah strategis untuk edukasi kebersihan dan penataan lingkungan.
- RW percontohan di tiap kelurahan diyakini memicu efek domino, mendorong RW dan RT lain ikut menjaga kebersihan, dengan DPRD melakukan pengawasan.
- Munafri Arifuddin menegaskan peran RT-RW krusial dalam pengelolaan sampah, termasuk optimalisasi TEBA berbasis rumah tangga.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakil Ketua DPRD Makassar Andi Suharmika mengapresiasi kebijakan Satu Kelurahan Satu RW Bebas Sampah yang digagas Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Andi Suharmika mengatakan, program ini langkah strategis dalam menjawab persoalan klasik perkotaan, khususnya penumpukan sampah dan kondisi lingkungan yang semrawut di sejumlah wilayah.
Kata dia, program ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat di tingkat paling bawah.
“Oh iya, sangat baiklah itu. Artinya kan Pak Wali ini memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat minimal melalui tingkat RW,” Andi Suharmika saat dihubungi Tribun Timur, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, kehadiran satu RW sebagai percontohan di setiap kelurahan merupakan langkah awal yang penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat.
Dengan adanya contoh nyata, warga di wilayah lain akan lebih mudah tergerak untuk mengikuti.
“Dan kami tentu akan melakukan pengawasan terhadap apa yang menjadi arah kebijakan dari Pak Wali untuk bagaimana itu program yang sudah disampaikan kepada Kelurahan untuk satu RW menjadi percontohan itu bisa dilakukan secara maksimal,” uajrnya.
Dengan kebijakan tersebut, kata Politisi Golkar itu, titik-titik lingkungan yang kurang tertata persoalan sampah akan tertangani secara optimal.
"Itu bisa paling tidak mengurangi kesemrawutan di wilayah lingkungan, yang pertama. Tentunya dengan hal-hal yang sederhana seperti itu,” ungkapnya.
Lebih jauh, Andi Suharmika menilai efek domino dari program ini sangat besar.
“Tentunya bilamana ada RW yang bisa menjadi percontohan, tentunya RW-RW lain akan berbondong-bondong untuk melakukan hal seperti itu,” ujarnya.
Ia berharap program ini tidak berhenti pada satu wilayah saja, melainkan berkembang secara berkelanjutan hingga mencakup seluruh RW dan RT di Kota Makassar.
“Paling tidak satu dulu, dan itu akan berkelanjutan itu dan semoga ke depannya RW-RW lain bisa mengikuti dengan hal tersebut,” katanya.
“Itu mungkin salah satu langkah strategis lah untuk mengurangi potensi sampah juga di Kota Makassar, sampah besar dan kesemrawutan di beberapa titik sampah,” tambah dia.
| Mahasiswa Teknik Kimia FTI UMI Hadirkan Prototipe Mobil Berbahan Bakar Kimia Ramah Lingkungan |
|
|---|
| Menuju Muscab PKB Makassar, Fauzi Andi Wawo Ditantang 3 Legislator DPRD |
|
|---|
| Harga Plastik Naik Imbas Perang Timur Tengah, Sekda Jufri Rahman: Produk Hilir Pasti Terdampak |
|
|---|
| Harga Plastik Naik, Sekda : Produk Hilir Pasti Terdampak Selat Hormuz |
|
|---|
| PSM Makassar Masih Berjuang! 4 Klub Super League Dipastikan Aman dari Zona Degradasi Musim Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260407-DPRD-Makassar-Apresiasi-Program-1-Kelurahan-1-RW-Bebas-Sampah.jpg)