Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SMAN 2 Makassar

Jawaban Elegan Calon Maba Kampus Top Dunia Siti Khumaerah ke Netizen Komentar 'LOA Doang'

Siti Khumaerah Sari, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih beasiswa penuh di lima perguruan tinggi ternama dunia.

Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/IG SMADA MAKASSAR
MABA 5 KAMPUS DUNIA-Kolase siswi berprestasi SMAN 2 Makassar, Siti Khumaerah Sari. Ia menjawab akun Instagram yang mempertanyakan beasiswanya.   

TRIBUN-TIMUR.COM- Seorang siswi berprestasi SMAN 2 Makassar, Siti Khumaerah Sari, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih beasiswa penuh di lima perguruan tinggi ternama dunia.

Kelima kampus tersebut yakni University of Toronto dan University of Sydney untuk program Doctor & Medicine, University of Melbourne untuk bidang Mathematics & Statistics, serta University of Glasgow dan University of Edinburgh untuk program Doctor & Medicine dan Mathematics.

Kelima kampus ini semuanya masuk Top 100 dunia versi QS 2026, dengan tiga di antaranya bahkan berada di Top 30 global.

Ini menunjukkan, pilihan kampus yang diraih bukan hanya bergengsi, tetapi juga berada di level elit pendidikan dunia.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan dedikasi tinggi mampu membuka jalan menuju pendidikan kelas dunia.

Perjalanan panjang yang dilalui tidaklah mudah, namun konsistensi dalam belajar dan semangat untuk terus berkembang mengantarkan Siti pada pencapaian luar biasa tersebut.

Ada netizen pun mengomentari prestasi dari Khumaerah. 

Baca juga: Lulus 5 Kampus Top 30 Dunia, Siti Khumaerah Siswa SMAN 2 Makassar Pilih University Of Toronto

“Beasiswa penuhnya apa namanya? Ini mah baru LOA doang.” tulis netizen itu. 

Khumaerah pun langsung mengajak diskusi berdua melalui pesan langsung. 

Akun Khumaerah tersebut menuliskan, “komenan kakaknya rada gaenak dihati soalnya, bahas di dm yu ka”. Ungkapan itu dinilai sebagai ajakan untuk menyelesaikan persoalan secara lebih atau personal melalui pesan langsung (direct message/DM), ketimbang memperpanjang perdebatan di kolom komentar terbuka.

Sejumlah warganet menilai respons tersebut sebagai upaya meredam konflik dan menjaga perasaan pihak terkait. 

Ajakan untuk berdiskusi secara privat dianggap lebih bijak guna menghindari kesalahpahaman yang dapat meluas di ruang publik.

Namun di sisi lain, komentar tersebut juga memantik diskusi soal etika berkomunikasi di media sosial. 

Tidak sedikit pengguna yang mengingatkan pentingnya menjaga bahasa dan nada bicara agar tidak menyinggung pihak lain, terutama di ruang digital yang dapat diakses luas.

Gerakan Mandiri Khumairah

Tak hanya itu, sebanyak 58 siswa lainnya juga sukses menembus berbagai universitas bergengsi di Indonesia.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved