Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Plastik Naik, Sekda : Produk Hilir Pasti Terdampak Selat Hormuz

Harga produk berbahan plastik mengalami kenaikan drastis di Kota Makassar.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
HARGA NAIK - Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Selatan, Jufri Rahman saat ditemui di Lobby utama Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Kamis (7/4/2026). Jufri Rahman mengakui harga barang yang mengandalkan minyak mentah akan terus terpengaruh kondisi Selat Hormuz. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Harga produk berbahan plastik mengalami kenaikan drastis di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Sejak akhir Maret, harga plastik mulai naik pelan-pelan.

‎Persentasenya bervariasi pada tiap jenis, dari 10 sampai 50 persen.

‎Sejumlah jenis plastik yang paling banyak dicari mengalami kenaikan signifikan.

Kantong plastik tahan panas isi 400 gram, umumnya digunakan membungkus makanan, mengalami kenaikan dua kali lipat.

Dari harga Rp14.500, sempat naik menjadi Rp21.000, saat ini bahkan sudah Rp24.000.

Kantong plastik ukuran lebih kecil juga mengalami kenaikan dari Rp10.500 menjadi Rp12.500.

‎Kotak mika yang biasa dipakai penjual nasi kuning, juga ikut naik. 

Baca juga: Pemkot Makassar Segera Bebaskan Lahan di TPA Antang untuk Bangun PSEL   

Dari harga Rp17.000, kini menjadi Rp21.000 untuk 100 pcs.

‎Ukuran lebih besar juga ikut naik harganya, dari Rp35.000 menjadi Rp40.000.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel Jufri Rahman mengaku kenaikan harga produk yang berkaitan dengan minyak mentah sulit terbendung

"Semua produk hilir yang hulunya ada kaitannya dengan minyak pasti terpengaruh dengan perang teluk," kata Jufri Rahman saat ditemui di lobby utama Kantor Gubernur Sulsel di Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar pada Kamis (7/4/2026).

Pemerintah daerah diakuinya terus memantau perkembangan harga serta berupaya menjaga stabilitas pasar.

Meskipun intervensi langsung terhadap harga bahan baku global memiliki keterbatasan.

"Pasti (terdampak), Kondisi dunia tidak baik-baik saja. Karena itu bikinlah persiapan," sambungnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved