Berdiri di Atas Drainase Kios PKL Dibongkar di Tallo Makassar
Camat Tallo Andi Husni menegaskan pihaknya sudah memberikan teguran tiga kali namun tak direspon pemilik kios PKL.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
Menurutnya, tingginya angka dukungan ini menjadi legitimasi sosial yang kuat bagi Pemerintah Kota Makassar untuk terus menjalankan kebijakan penataan kota secara konsisten.
Lanjut dia, kebijakan ini tidak hanya dipahami oleh mayoritas warga, tetapi juga mendapat dukungan luas.
"Pemerintah Kota lewat Kecamatan, tidak perlu ragu dalam menjalankan penertiban, selama tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis kepada para pedagang," saran Ras Md.
Ia menilai dinamika di lapangan, termasuk adanya suara sumbang dari sebagian kecil pihak, merupakan hal yang wajar dalam setiap kebijakan publik.
Namun demikian, hal tersebut tidak boleh menghambat upaya pemerintah dalam menciptakan tata kota yang lebih tertib dan teratur.
Lebih penting lagi, Ras MD menekankan bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat ditentukan oleh konsistensi pemerintah, terutama dalam langkah lanjutan pasca-penertiban.
"Penertiban tidak boleh berhenti pada pengosongan semata. Harus ada pembenahan cepat di lokasi agar tidak kembali ditempati PKL. Ini kunci menjaga keberlanjutan kebijakan," imbuh dia.
Pembenahan yang dimaksud mencakup penataan fisik kawasan, seperti perbaikan trotoar, optimalisasi fungsi drainase, pemasangan pembatas atau fasilitas pendukung, serta penguatan pengawasan secara berkala.
Selain itu, pemanfaatan ruang publik secara lebih produktif dan tertata juga dinilai penting agar kawasan tersebut tidak kembali menjadi titik aktivitas informal yang tidak terkontrol.
Penertiban PKL di atas trotoar dan saluran drainase selama ini menjadi isu strategis dalam pengelolaan perkotaan.
"Ini, untuk menjaga fungsi ruang publik, langkah ini juga penting dalam mendukung kelancaran mobilitas pejalan kaki serta mencegah potensi banjir akibat saluran yang tersumbat," katanya. (*)
| Maskapai Sriwijaya Air Bikin Penumpang Nginap di Bandara Gegara Bagasi Tertinggal di Makassar |
|
|---|
| Tawuran Kelompok di Kota Makassar Pecah Lagi: Satu Motor Dibakar, 2 Warga Terkena Busur dan Parang |
|
|---|
| Halal Bihalal RC with UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas |
|
|---|
| WFH di Sulsel Dinilai Bakal Geser Perputaran Ekonomi |
|
|---|
| Paskah Bernuansa Manado di Gereja Santo Fransiskus Assisi Makassar, Lagu Sampai Busana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260405-Penertiban-PKL-di-Tallo.jpg)