Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Paskah Bernuansa Manado di Gereja Santo Fransiskus Assisi Makassar, Lagu Sampai Busana

Misa Inkulturasi Manado di Gereja St Fransiskus Assisi membawa semangat APP Keuskupan Agung Makassar.

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Kaswadi Anwar
PERAYAAN PASKAH - Umat memakai pakaian adat Manado saat ibadah Paskah di Gereja Katolik Santo Fransiskus Assisi Makassar, Jl Hertasning, Kelurahan Botto Makkio, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (5/4/2026). Gereja Katolik Santo Fransiskus Assisi memeriahkan Paskah dengan inkulturasi Manado. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Perayaan Hari Raya Paskah di Gereja Katolik Santo Fransiskus Assisi Makassar menghadirkan suasana berbeda, Minggu (5/4/2026)

Gereja di Jl Hertasning, Kelurahan Botto Makkio, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini merayakan Paskah dengan nuansa inkulturasi Manado, Sulawesi Utara (Sulut)

Lagu-lagu asal Manado dinyanyikan diiringi dengan alat musik kolintang.

Umat ada memakai baju khas tradisional Manado serta Minahasa.

Ketua Panitia Paskah 2026 Wilayah 5 Marylyn Rumintjap mengatakan, sejak kehadiran Pastor Leo Paliling di Paroki St Fransiskus Assisi menggunakan inkulturasi memeriahkan perayaan besar.

Pada Natal 2025, Paroki St Fransiskus Assisi memakai inkulturasi Bugis-Makassar.

Di perayaan lain, biasa pula dengan inkulturasi Toraja.

“Inkulturasi Manado ini sejak Misa Paskah tadi malam. Berlanjut di hari Minggu ini, Paskah,” katanya saat ditemui usai ibadah Paskah, Minggu (5/4/2026).

Di Paskah tahun ini, Misa Inkulturasi Manado di Gereja St Fransiskus Assisi membawa semangat APP Keuskupan Agung Makassar.

 Yakni, Semangat Laudato Si' dan Transformasi Hidup'.

Ia menjelaskan, dengan tema ini menunjukkan bahwa iman Katolik dan kekayaan budaya Manado bisa menjadi jawaban atas krisis sosial.

“Melalui kebersamaan dan kearifan lokal Manado, kita diingatkan untuk kembali peduli pada lingkungan hidup dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat Makassar yang majemuk,” ucapnya.

Pelaksanaan ibadah Paskah di Gereja Katolik St Fransiskus Assisi berjalan khidmat.

Diperkirakan ada 4.000-5.000 umat hadir. Selain memakai baju adat Manado, untuk pria ada mengenakan kemeja dan batik.

Sedangkan perempuannya mengenakan, dress, kebaya serta kemeja.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved