Berdiri di Atas Drainase Kios PKL Dibongkar di Tallo Makassar
Camat Tallo Andi Husni menegaskan pihaknya sudah memberikan teguran tiga kali namun tak direspon pemilik kios PKL.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
Tak hanya itu, lingkungan di sekitar lapak juga terlihat kurang tertata.
Sampah sisa aktivitas jual beli kerap menumpuk di sekitar lokasi.
Meski demikian, proses penertiban tidak dilakukan secara mendadak.
Pemerintah setempat sebelumnya telah memberikan peringatan kepada pemilik lapak.
Andi Husni menjelaskan, teguran sudah dilakukan berulang kali.
Namun, tidak ada tindak lanjut dari para pemilik lapak.
“Kami sudah melakukan peneguran sebanyak tiga kali sebelumnya,” tegasnya.
Lapak-lapak tersebut bahkan disebut telah berdiri selama kurang lebih lima tahun.
Waktu yang cukup lama untuk sebuah bangunan yang berada di atas fasilitas umum.
Kondisi ini membuat pemerintah mengambil langkah tegas.
Penertiban dianggap sebagai solusi untuk mengembalikan fungsi drainase.
Di sisi lain, warga sekitar terlihat menyaksikan proses pembongkaran.
Sebagian hanya mengamati, sementara yang lain melintas seperti biasa.
Kegiatan berjalan relatif lancar tanpa hambatan berarti.
Baca juga: Penertiban PKL di Ujung Tanah Makassar, Rahmat Taqwa: Semoga Tak Ada yang Dirugikan
Petugas bekerja secara terkoordinasi hingga seluruh lapak berhasil dibongkar.
| Maskapai Sriwijaya Air Bikin Penumpang Nginap di Bandara Gegara Bagasi Tertinggal di Makassar |
|
|---|
| Tawuran Kelompok di Kota Makassar Pecah Lagi: Satu Motor Dibakar, 2 Warga Terkena Busur dan Parang |
|
|---|
| Halal Bihalal RC with UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas |
|
|---|
| WFH di Sulsel Dinilai Bakal Geser Perputaran Ekonomi |
|
|---|
| Paskah Bernuansa Manado di Gereja Santo Fransiskus Assisi Makassar, Lagu Sampai Busana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260405-Penertiban-PKL-di-Tallo.jpg)