Tribun RT RW
Dishub Makassar Tindak Cepat Aduan RT/RW Lewat Aplikasi Lontara+
Aduan ini beragam, mulai dari masalah lalu lintas, kemacetan, parkiran, rambu-rambu jalan, hingga lampu merah.
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM MAKASSAR - Sejak diluncurkan pada Juli 2025, aplikasi Lontara+ telah mencatat 7.971 aduan masyarakat di Kota Makassar.
Aduan ini beragam, mulai dari masalah lalu lintas, kemacetan, parkiran, rambu-rambu jalan, hingga lampu merah.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, menjelaskan pihaknya membentuk tim khusus beranggotakan 50 orang untuk menindaklanjuti laporan dari RT/RW dan warga melalui aplikasi.
“Kemarin untuk me-nol-kan, kami lebur semua tim yang berbagai macam menjadi tim besar,” ujarnya.
Dengan strategi ini, seluruh aduan kini dapat diselesaikan tanpa menumpuk.
“Alhamdulillah laporan Lontara sudah nol atau tidak menumpuk, jadi sekarang bisa fast respon kepada setiap aduan yang ada,” tambah Rheza.
Respons cepat ini langsung dirasakan warga. Ketua RW 004 Pisang Utara, Zainuddin, menyebut laporan lampu jalan mati di Jalan Gunung Lompo Battang yang dikirimkan Kamis malam, sudah ditindaklanjuti Jumat pagi, kurang dari 24 jam.
“Jam enam sore saya melapor kemarin, dan sudah ditindaklanjuti pagi ini,” jelasnya.
Menurut Zainuddin, keberadaan Lontara+ membuat warga lebih percaya dan senang terhadap kinerja RT/RW dan Dishub.
Sebelumnya, perbaikan lampu jalan atau lorong bisa memakan waktu hingga tiga hari. “Dengan adanya Lontara+, penanganan sekarang jauh lebih cepat,” ujarnya.
Selain menangani lampu jalan dan rambu-rambu, tim Dishub Makassar juga memantau kondisi lalu lintas dan parkiran di berbagai titik kota.
Aduan yang masuk melalui Lontara+ langsung dikategorikan berdasarkan jenis dan prioritas, sehingga penanganannya lebih efisien.
“Kami pastikan laporan dari RT/RW ditindaklanjuti sesuai urgensi, sehingga tidak ada keluhan yang terabaikan,” kata Rheza.
Dishub juga rutin berkoordinasi dengan pengurus RT/RW untuk memastikan informasi terbaru mengenai kondisi lingkungan sampai ke warga.
Pendekatan ini membuat warga lebih aktif melaporkan masalah, dan mempermudah Dishub dalam merespons dengan cepat.
Zainuddin mengapresiasi langkah ini karena mempermudah komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Ke depan, Dishub Makassar berencana meningkatkan sistem Lontara+ dengan fitur notifikasi langsung kepada RT/RW saat aduan mereka selesai ditindaklanjuti.
Langkah ini diharapkan mempercepat koordinasi di lapangan dan semakin meningkatkan kepercayaan warga terhadap pelayanan publik.
“Tujuan kami jelas, semua laporan warga, khususnya dari RT/RW, harus cepat, tepat, dan transparan,” tegas Rheza.
Dishub menegaskan akan terus menjaga respons cepat terhadap setiap laporan, memastikan layanan publik tetap prima dan tepat waktu, terutama yang datang dari pengurus RT/RW di setiap kelurahan.(*)
| Jumat Bersih Karuwisi Utara, Warga dan RT/RW Gotong Royong di Jalan Barawaja |
|
|---|
| Tingkatkan Pelayanan Publik, Kecamatan Ujung Pandang Laksanakan Survei Kepuasan Masyarakat |
|
|---|
| Sosok Milda Damayanti, Perempuan di Balik Perubahan Lingkungan Gaddong |
|
|---|
| Strategi Camat Tallo Hadapi Dampak Kekeringan Akibat Kemarau Panjang |
|
|---|
| Penertiban Lapak di Bontoala Kondusif, Pedagang Bongkar Mandiri Sebelum Aparat Turun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Perhubungan-Kota-Makassar-Muhammad-Rheza-2026.jpg)