Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hari Kartini 2026

Ketua DPRD Sulsel Cicu: Semangat Kartini Harus Nyata, Perempuan Berani Memimpin

Menurutnya, perjuangan Kartini tidak boleh hanya dimaknai sebagai simbol atau seremoni tahunan. 

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
HARI KARTINI - Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi saat pimpin paripurna di kantor sementara DPRD Sulsel, Jl AP Pettarani, Makassar, Selasa (31/3/2026) kemarin. Cicu menegaskan nilai-nilai perjuangan Raden Kartini sebagai panduan dalam memimpin. 

TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Sosok Raden Ajeng Kartini terus menginspirasi perempuan Indonesia.

Nilai perjuangannya turut menjadi pegangan Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi alias Cicu (42).

Cicu menegaskan relevansi nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini menjelang peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026.

Menurutnya, semangat itu penting untuk mendorong perempuan berani tampil dan terlibat dalam pengambilan keputusan.

“Hari Kartini mengajarkan kita untuk berpikir maju, berani bersuara, dan memperjuangkan hak-hak perempuan. Nilai itu yang menjadi pegangan saya dalam menjalankan amanah sebagai Ketua DPRD Sulsel,” ujar Cicu, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, perjuangan Kartini tidak boleh hanya dimaknai sebagai simbol atau seremoni tahunan. 

Semangat itu harus diimplementasikan dalam kebijakan dan tindakan.

Termasuk dengan mendorong keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan dan pembangunan.

Sekretaris Partai Nasdem Sulsel itu punya komitmen memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak.

Ia ingin kebijakan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Ia menilai, kehadiran perempuan dalam proses pengambilan kebijakan sangat penting.

Sebab mampu menghadirkan perspektif yang lebih menyeluruh terhadap persoalan sosial.

“Perempuan tidak boleh hanya menjadi objek kebijakan, tetapi harus menjadi subjek yang ikut menentukan arah pembangunan. Ini yang terus kita kawal,” tegasnya.

Ia menilai bahwa meskipun akses perempuan ke dunia politik semakin terbuka, hambatan masih terus dirasakan.

Mulai dari stigma sosial, stereotip gender, hingga keterbatasan akses yang kerap menjadi hambatan bagi perempuan untuk maju.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved