Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga BBM 2026

Pengendara di Makassar Keberatan BBM Naik: Kondisi Ekonomi Belum Pulih

harga BBM nonsubsidi masih belum mengalami kenaikan, kekhawatiran sudah dirasakan masyarakat.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Kaswadi Anwar
HARGA BBM - Harga BBM terlihat pada papan LED di SPBU Jalan Pengayoman, Makassar, Minggu (29/3/2026). Hingga kini, harga BBM nonsubsidi masih stabil. 

Pengelola SPBU 74.926.45 Lita, Ridwan Anis, memastikan tidak ada kenaikan harga maupun pengurangan pasokan dari Pertamina.

SPBU ini terletak di Jl Petta Ponggawae, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara.

“Tidak ada kenaikan harga BBM subsidi maupun non-subsidi,” kata Ridwan, Minggu (29/3/2026).

Ridwan yang juga anggota DPRD Sinjai menegaskan distribusi BBM masih berjalan normal.

“Alhamdulillah, stok dari Pertamina sampai saat ini masih seperti biasa,” ujarnya.

Hari ini SPBU Lita menerima pasokan Pertalite 16 kiloliter (KL) dan Bio Solar 8 KL.

“Kalau stok sama seperti kemarin-kemarin, tidak ada pengurangan,” katanya. Untuk Pertamax, pengiriman dilakukan berdasarkan pemesanan. “Biasanya dikirim siang atau sore, sampai malam, lalu dijual keesokan harinya,” jelasnya.

Meski pasokan normal, antrean panjang kendaraan masih terjadi.

Ridwan mengaku heran dengan fenomena tersebut.

“Saya juga heran, karena minyak yang masuk sama seperti biasanya,” katanya.

Ia menambahkan, pembelian dengan jeriken dibatasi, lebih banyak dialihkan ke kendaraan.

BBM Eceran Naik

Sementara itu, harga BBM eceran di Sinjai mengalami kenaikan.

Jenis Pertamax dan Pertalite yang dijual pengecer di Kecamatan Sinjai Utara naik signifikan.

Pertamax kini dijual Rp19 ribu per botol, naik dari Rp15 ribu.

Pertalite naik dari Rp13 ribu menjadi Rp15 ribu per botol.

Seorang konsumen berinisial AN mengaku membeli Pertamax eceran Rp19 ribu.

“Kemarin saya beli Pertamax di Bongki harganya Rp19 ribu per botol,” katanya.

AN terpaksa membeli BBM eceran karena antrean panjang di SPBU.

“Kalau tunggu di SPBU bisa berjam-jam,” ujarnya. Ia menuturkan kenaikan harga eceran cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada kendaraan setiap hari.

“Kalau terus begini tentu sangat terasa. Mau tidak mau tetap beli karena dipakai untuk aktivitas,” katanya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved