Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jangan Panik! Hiu 7 Meter di Makassar Ternyata 'Raksasa Jinak' Pemakan Ikan Kecil

Selain menyisir perairan sekitar lokasi, ia juga menanyakan keberadaan hiu ke nelayan sekitar.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
HIU - Kloase tangkapan layar video kemunculan hiu di perairan sekitar Pelabuhan Peti Kemas, Makassar dan penyisiran oleh BPBD Kota Makassar, Senin (23/3/2026). BPBD Makassar menyisir sekitar Pantai Losari. 

Ringkasan Berita:
  • Tim BPBD Kota Makassar melakukan penyisiran selama enam jam di perairan Pelabuhan Peti Kemas hingga Pantai Losari pada Senin (23/3/2026). 
  • Kepala BPBD Fadli Tahar memimpin langsung patroli tersebut guna memastikan keamanan warga pasca viralnya video kemunculan sirip hiu sepanjang tujuh meter. 
  • Meski hasil penyisiran dan keterangan nelayan setempat tidak menemukan keberadaan hiu tersebut, BPBD memastikan situasi tetap terkendali namun meminta masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar menyisir perairan  Pelabuhan Peti Kemas, Makassar.

Penyisiran dilakukan selama enam jam pasca munculnya ikan hiu pada Senin (23/3/2026).

Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengatakan, penyisiran dilakukan atas intruksi Wali Kota Munafri Arifuddin.

"Saya juga sudah laporkan sama pak wali, kemarin juga kita lakukan penyisiran di sana dekat pelabuhan dan pantai Losari," kata Fadli Tahar, Selasa (24/3/2026).

Fadli mengaku terlibat penyisiran itu.

Selain menyisir perairan sekitar lokasi, ia juga menanyakan keberadaan hiu ke nelayan sekitar.

Namun tak ada nelayan melihat kemunculan hiu yang diperkirakan memiliki panjang tujuh meter.

"Jadi saya bersama tim turun melihat kondisi di sana, kita patroli selama 6 jam. Kita susuri semuanya sambil tanya warga," ujarnya.

Hiu jenis penjemur atau basking shark dengan nama latin Cetorhinus maximus.

Hiu adalah hewan laut terbesar kedua setelah hiu paus.

Ia diduga berasal dari perairan Australia yang migrasi lewat Selat Makassar.

"Memang dia rutinitas lewat, migrasi dari Australia," terang Fadli Tahar.

Meski memiliki ukuran yang cukup besar dengan panjang tujuh meter, hiu itu tergolong tidak berbahaya.

"Jadi dia pemakan plankton, dia menyaring di mulutnya, menyaring air, dia makan ikan kecil," terang Fadli.

"Jadi tidak berbahaya bagi manusia, dia jinak. Tapi kita tetap perlu waspada karena cuaca masih ekstrem, gelombang juga masih tinggi, jadi masih rawan," sambungnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved