Headline Tribun Timur
Kebangkitan Ekonomi Saudagar Bugis Makassar
Penggagas PSBM, Jusuf Kalla menyampaikan, PSBM berangkat dari keinginan untuk mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha besar dari Sulawesi Selatan.
Mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, PSBM XXVI diarahkan menjadi ruang aksi yang menghasilkan kerja sama nyata.
Panitia menekankan, konsep tahun ini tidak lagi berfokus pada seremoni atau sekadar berbagi kisah sukses, tetapi pada implementasi program yang berdampak langsung bagi pelaku usaha.
Salah satu terobosan utama adalah agenda business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan mitra potensial lintas sektor dan wilayah.
Forum ini juga akan menghadirkan sejumlah tokoh, termasuk kepala daerah asal Sulawesi Selatan, guna membuka peluang kolaborasi dan investasi.
“Kalau sebelumnya lebih banyak pada success story, sekarang kita dorong langkah konkret melalui konsep berbagi, peduli, dan temu usaha,” jelas Ibnu.
Selain itu, panitia juga menyiapkan sejumlah program tematik, seperti class room business yang menghadirkan sesi berbagi pengalaman antara saudagar dan kepala daerah, serta penguatan sektor ekonomi hijau (green economy).
Dalam sektor ini, direncanakan kerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan daerah untuk penanganan persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah hingga tingkat kelurahan.
Pada sektor komoditas unggulan, PSBM XXVI menghadirkan ruang khusus kopi Sulawesi Selatan agar dapat menembus pasar global.
Forum ini akan mempertemukan pelaku usaha, termasuk pihak industri seperti Kopi Kapal Api, dengan pemilik kebun kopi di Toraja, Enrekang, dan Mamasa.
Panitia juga memastikan kehadiran pembeli dari China dan Belanda yang telah memiliki permintaan pasar.
Pertemuan tersebut diarahkan pada realisasi kerja sama bisnis, termasuk rencana penandatanganan kesepakatan penjualan dan pembelian produk.
Ibnu menegaskan, jaringan saudagar yang telah terbentuk selama ini akan diperkuat melalui PSBM, sekaligus diperluas untuk mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Ia juga menyoroti pentingnya pendataan usaha serta pembentukan asosiasi saudagar Bugis Makassar agar penguatan jaringan dapat berjalan lebih terstruktur.
“Jaringan sudah ada, bisnis sudah berjalan, dan PSBM ini memperluas jaringan pemberdayaan. Kita ingin generasi pengusaha tetap bertahan dan berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan saudagar Bugis Makassar di luar negeri, termasuk di Belanda, menjadi bukti kuatnya kepercayaan internasional terhadap jaringan tersebut, khususnya dalam pengelolaan investasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-03-24-Headline-Tribun-Timur-edisi-Selasa-24-Maret-2026.jpg)