Zakat Fitrah
Hukum Zakat Fitrah bagi Orang Meninggal di Bulan Ramadan, Ahli Waris Harus Bayar?
Ibadah ini membantu kaum fakir miskin agar ikut merasakan kebahagiaan saat Lebaran.
TRIBUN-TIMUR.COM - Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu.
Ibadah ini ditunaikan sebelum Idul Fitri atau di akhir bulan Ramadan.
Tujuan utamanya adalah menyucikan jiwa dan harta.
Zakat fitrah juga menyempurnakan ibadah puasa selama sebulan penuh.
Selain itu, zakat fitrah memiliki dimensi sosial.
Ibadah ini membantu kaum fakir miskin agar ikut merasakan kebahagiaan saat Lebaran.
Namun, muncul pertanyaan di masyarakat.
Bagaimana hukum zakat fitrah bagi orang yang meninggal dunia di bulan Ramadan.
Apakah ahli waris tetap wajib membayarkannya.
Pengertian zakat fitrah
Zakat fitrah adalah sedekah wajib bagi umat Islam.
Kewajiban ini berlaku bagi laki-laki dan perempuan.
Berlaku pula bagi orang dewasa maupun bayi.
Syaratnya, seseorang masih hidup pada akhir Ramadan.
Serta memiliki kelebihan kebutuhan pokok.
| Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Istri, Suami, Anak dan Orangtua |
|
|---|
| Besaran Zakat Fitrah Per Orang, Lengkap Niat untuk Istri, Suami hingga Anak |
|
|---|
| Hukum Tidak Membayar Zakat Fitrah Bagi yang Mampu, Hilangkan Kesempurnaan Puasa |
|
|---|
| Baznas Gowa Tetapkan Zakat Fitrah 2026 Rp50 Ribu Per Jiwa |
|
|---|
| Tertinggi Rp40 Ribu, Ini Besaran Zakat Fitrah di Wajo 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Hukum-zakat-fitrah-bagi-orang-meninggal-saat-Ramadan.jpg)