Fadel Dilantik Ketua KNPI Sulsel, Vonny Ameliani Andalkan Dukungan Gerindra
Vonny Ameliani Suardi juga mengklaim mendapat dukungan dari Partai Gerindra untuk memimpin organisasi kepemudaan tersebut.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Dinamika kepemimpinan di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan kembali memanas.
Dua kader Partai Gerindra yang sama-sama duduk sebagai anggota DPRD Sulsel, yakni Fadel Tauphan Ansar dan Vonny Ameliani Suardi, terlibat dalam perebutan kursi Ketua KNPI Sulsel.
Terbaru, Fadel Tauphan Ansar resmi dilantik sebagai Ketua KNPI Sulsel periode 2026–2029.
Pelantikan oleh Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Ryano Satrya Panjaitan di Hotel Claro Makassar, Senin (9/3/2026) menjelang waktu Magrib.
Namun di sisi lain, Vonny Ameliani Suardi juga mengklaim mendapat dukungan dari Partai Gerindra untuk memimpin organisasi kepemudaan tersebut.
Situasi ini membuat polemik dualisme kepemimpinan KNPI Sulsel kembali menjadi sorotan publik.
Pelantikan Dihadiri Sejumlah Tokoh
Acara pelantikan Fadel dihadiri sejumlah kepala daerah dan tokoh politik di Sulawesi Selatan.
Di antaranya Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Bupati Gowa Husniah Talenrang, serta Bupati Maros Chaidir Syam.
Sejumlah pimpinan lembaga juga terlihat hadir, seperti Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Ketua DMI Sulsel Andi Muhammad Mappanyukki Bau Sawa, dan Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulsel Diza Rasyid Ali.
Dua mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin dan Danny Pomanto, juga tampak menghadiri acara tersebut.
Selain itu hadir pula Ketua DPRD Makassar Supratman serta Ketua DPRD Maros Muhammad Gemilang Pagessa, yang turut dilantik sebagai Bendahara Umum KNPI Sulsel.
Dari unsur kepolisian terlihat Kapolrestabes Makassar Arya Perdana, sementara dai kondang Das’ad Latif juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Fadel Klaim Dualisme Berakhir
Dalam sambutannya, Fadel menyampaikan, kepengurusan KNPI Sulsel periode 2026–2029 terdiri dari 480 orang pengurus.
Ia menegaskan komitmennya untuk segera menggerakkan organisasi tersebut.
“Kepengurusan KNPI Sulsel periode 2026–2029 berjumlah 480 orang. Kita akan tancap gas,” kata Fadel.
Ia juga menyinggung dinamika Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Sulsel yang sebelumnya memunculkan dua klaim kepemimpinan antara dirinya dan Vonny.
Menurutnya, polemik tersebut kini telah selesai.
“Tidak ada lagi dualisme, seluruh pemuda di Sulawesi Selatan telah menyatu. Ada sekitar 80 OKP di Sulsel yang sudah menyatu dengan kami,” ujarnya.
Fadel juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan tersebut.
“Saya pribadi sangat bersyukur walaupun sempat ada dinamika. Namun insyaallah kita semua bersatu. KNPI Sulsel hanya satu,” ungkapnya.
Vonny Klaim Didukung Gerindra
Di sisi lain, Vonny Ameliani Suardi sebelumnya juga menyatakan dirinya mendapat dukungan resmi dari Partai Gerindra untuk memimpin KNPI Sulsel.
Hal itu disampaikan Vonny saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama anak yatim piatu yang digelar DPD KNPI Sulsel di Hotel Claro Makassar, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Vonny, dukungan tersebut telah disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP Gerindra Sugino serta Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras.
“Alhamdulillah Partai Gerindra sudah bersikap melalui Sekjen DPP dan juga Ketua DPD Gerindra.
Berdasarkan senioritas dan berbagai pertimbangan, maka saya yang didukung oleh partai untuk menjadi Ketua KNPI Sulawesi Selatan,” ujar Vonny.
Meski demikian, Vonny mengaku komunikasi dengan Fadel tetap berjalan baik dan membuka peluang rekonsiliasi.
“Komunikasi berjalan lancar. Insyaallah dalam waktu dekat Ketua DPD akan mempertemukan kami berdua secara langsung,” katanya.
Vonny juga menyebut Pemerintah Provinsi Sulsel memberikan dukungan terhadap kepengurusan KNPI yang dipimpinnya, terutama sejak pelaksanaan Musyawarah Daerah KNPI Sulsel pada Desember 2025.
“Selama ini Pak Gubernur sangat mendukung. Saat Musda, Kadispora Sulsel selalu mendampingi bersama jajarannya,” ungkapnya.
Ia menegaskan keterlibatannya dalam KNPI bukan semata-mata soal jabatan, tetapi untuk mendorong pengembangan potensi generasi muda di Sulawesi Selatan.
“Bukan soal jabatan yang saya cari. Yang ingin saya lakukan adalah merangkul anak-anak muda Sulawesi Selatan agar bisa berkembang dan sukses di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Vonny berharap dinamika yang terjadi di tubuh KNPI Sulsel dapat segera berakhir dan seluruh elemen pemuda dapat bersatu.
“Harapannya sudah tidak ada dualisme,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Fadel-Tauphan-Ansar-usai-Vonny.jpg)