Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Israel Serang Iran

Iran Tutup Selat Hormuz, Akademisi Unhas Prediksi Harga Minyak dan BBM Meroket

Langkah Iran memicu kekhawatiran global mengingat Selat Hormuz selama ini salah satu titik paling strategis

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
SELAT HORMUZ - Pakar Energi Universitas Hasanuddin Prof Bachtiar Nappu memprediksi ketegangan ini memicu kenaikan harga minyak mentah menjadi USD 100 Per Barel 

Ringkasan Berita:
  • Langkah Iran menutup Selat Hormuz memicu kekhawatiran global mengingat Selat Hormuz selama ini salah satu titik paling strategis dalam pasokan minyak dan gas alam
  • Hormuz merupakan selat yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Samudra Hindia
  • Namun jalur pelayaran efektifnya jauh lebih kecil karena dibagi untuk arus masuk dan keluar kapal tanker

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Iran merespon tewasnya Pimpinan Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dengan Langkah tegas.

Pemerintah Iran resmi menutup Selat Hormuz.

Langkah Iran memicu kekhawatiran global mengingat Selat Hormuz selama ini salah satu titik paling strategis dalam pasokan minyak dan gas alam.

"Selat hormuz itukan di kontrol sama iran. Selat hormuz itu adalah jalur vital energi dunia. Kecil dia (selatnya) yang dikontrol tapi dampaknya sangat besar," kata Pakar Energi Universitas Hasanuddin Prof Bachtiar Nappu saat dihubungi Tribun-Timur.com, pada Senin (2/3/2026).

Hormuz merupakan selat yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Samudra Hindia.

Pada titik tersempit, lebarnya hanya sekitar 33 kilometer.

Namun jalur pelayaran efektifnya jauh lebih kecil karena dibagi untuk arus masuk dan keluar kapal tanker.

Prof Bachtiar Nappu menjelaskan harga minyak mentah maupun Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair sangat tergantung pada pasokan via selat Hormuz.

"20 persen sampai 26 persen minyak mentah, dan LNG (Gas alam cair) itu lewat selat hormuz sehingga mengontrol fluktuasi market share crued oil maupun LNG. Disitu lewat dari Arab, Kuwait, Oman, Iran sendiri. Jalurnya itu semua," kata Guru Besar Unhas ini.

Setiap ketegangan atau gangguan di Selat Hormuz selalu memicu sentiment negatif di pasar.

Dampaknya Harga minyak dunia meroket, lebih jauh berdampak terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM)

Tekanan pun dihadapi negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

Prof Bachtiar memprediksi kenaikan Harga minyak mentah bisa mencapai 40-50 persen.

"Ekspektasi saya akan tembus 90 sampai 100 USD per barel, sekarang kan 70 USD per barel. Itu akan picu kenaikan BBM," sambungnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved