Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

‎73 Warga Tardampak Banjir Mengungsi di Masjid Al Mukarramah‎ Manggala

‎Sebanyak 73 orang dari 20 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke Masjid Al Mukarramah yang berada di wilayah itu. 

Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
‎Ketua RT 001 RW 013, Irwan Amir (52), mengatakan Masjid Al Mukarramah memang setiap tahun disiapkan sebagai tempat pengungsian ketika banjir melanda kelurahan Manggala Makassar 

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Puluhan rumah di RT 001 RW 013, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, terdampak banjir sejak Selasa (24/2/2026) lalu. 

‎Air yang merendam permukiman memaksa warga meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi. 

‎Sebanyak 73 orang dari 20 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke Masjid Al Mukarramah yang berada di wilayah itu. 

‎Berdasarkan pantauan Tribun-Timur, Kamis (26/2/2026) sore, sejumlah pengungsi tampak berada di dalam maupun di luar masjid. 

‎Mayoritas pengungsi berkumpul di bagian shaf perempuan di dalam masjid. 

‎Sementara itu, dua keluarga terlihat bertahan di teras masjid duduk dan beristirahat di atas kasur. 

‎Anak-anak tampak masih bermain di genangan air di samping masjid berwarna hijau tersebut. Mereka berlarian dan tertawa. 

‎Beberapa anak juga terlihat menaiki perahu karet milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang terparkir di samping masjid. 

‎Perahu tersebut digunakan untuk membawa petugas kesehatan Dinkes Kota Makassar ke tempat pengunsian. 

‎Di sepanjang jalan depan masjid, warga terlihat lalu lalang berjalan kaki menerobos air setinggi lutut. 

‎Aktivitas tetap berjalan meski genangan masih cukup tinggi.

‎Ketua RT 001 RW 013, Irwan Amir (52), mengatakan Masjid Al Mukarramah memang setiap tahun disiapkan sebagai tempat pengungsian ketika banjir melanda. 

‎Irwan yang juga bekerja sebagai sopir ambulans di Puskesmas Perumnas Antang menuturkan, air mulai naik sejak selasa. 

‎Saat itu, air mencapai ketinggian hingga 70 sentimeter. Setinggi paha. 

‎Pengungsi pun mulai berdatangan ke masjid pada Rabu dini hari. 

‎“Selasa Malam Air semakin pada Pukul sebelas. Rabu dini hari pengungsi mulai berdatangan ke sini,” ujarnya.

‎Irwan mengatakan, selain 73 orang di Mesjid Al Mukarramah, terdapat juga 34 orang warganya yang mengungsi di Posyandu RW 012.

‎Irwan memastika kondisi para pengungsi dalam saat ini keadaan sehat. 

‎Ia mengatakan kebutuhan makanan makanan para pengungsi terpenuhi berkat bantuan dari Dinas Sosial Kota Makassar. 

‎Bantuan yang diberikan berupa beras, biskuit, roti, serta makanan buka puasa dan sahur.

‎Selain itu, bantuan juga mengalir dari masyarakat sekitar. 

‎Salah satu pengungsi, Salasia, mengatakan datang mengungsi bersama lima orang anaknya. 

‎Saat mengungsi, air di dalam rumahnya mencapai ketinggian lutut. 

‎"Sebentar ini, malam ketiga saya di sini," ucapnya. 

‎Ia mengatakan dalam kondisi sehat. 

‎Hanya gatal gatal pada kulit yang ia alami, namun ia anggap hal itu hal biasa dalam kondisi banjir seperti ini. 

‎Ia juga mengatakan terpenuhi kebutuhan makanannya. 

‎Dari makanan buka puasa dan sahur serta juga mendapat beras dan biskuit. 

‎"Alhamdulillah, kebutuhan terpenuhi, kalau dari saya sendiri," ucapnya. 

Laporan Reporter Tribun Timur, Makmur 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved