Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Alasan HT Jadi Alat Utama Koordinasi Camat dan Lurah di Makassar?

Penggunaan HT diusul oleh Asisten I Pemerintahan, Andi Muhammad Yasir dalam Rapat Koordinasi terkait Cipta Kondisi Ketentraman dan Ketertiban Umum

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Siti Aminah
RAKOR CAMAT - Rapat koordinasi Cipta Kondisi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kota Makassar dipimpin Sekretaris Daerah, Andi Zulkifli Nanda, di Balaikota Makassar, Kamis (19/2/2026). Asisten I Pemerintahan, Andi Muhammad Yasir, memaparkan rencana pembekalan handy talky (HT) bagi camat dan lurah untuk memperkuat koordinasi dan pemantauan wilayah. 

MAKASSAR, TRIBUN - Pemerintah Kota Makassar berencana membekali camat dan lurah dengan perangkat komunikasi handy talky (HT). 

Penggunaan HT untuk memperkuat koordinasi dan pemantauan wilayah. 

Penggunaan HT diusul oleh Asisten I Pemerintahan, Andi Muhammad Yasir dalam Rapat Koordinasi terkait Cipta Kondisi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kota Makassar

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda di ruang rapat Sekda lantai 3 Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Kamis (19/2/2026). 

Andi Yasir menyampaikan, penguatan sarana komunikasi bagi camat dan lurah melalui penggunaan handy talky (HT) serta sistem pelaporan real time guna memaksimalkan pemantauan wilayah.

Menurutnya, komunikasi langsung antarpimpinan wilayah menjadi kunci untuk mencegah duplikasi data dan mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.

“Sekarang urusan data sudah canggih. Jangan lagi pakai sistem lama, kita gunakan sistem pelaporan real time yang sama antara camat dan lurah. Kalau camat dan lurah tidak berkomunikasi dengan alat yang sama, susah juga formulasinya,” ujarnya.

Ia menilai, penggunaan HT jauh lebih efektif dibandingkan mengandalkan grup aplikasi pesan singkat yang membutuhkan waktu respon lebih lama. 

Dengan komunikasi langsung, kondisi di wilayah dapat dipantau setiap saat.

“Bagaimana kita mau melakukan pemantauan kalau tidak punya alat? Apa yang terjadi di ujung Panakkukang atau di ujung Manggala bisa tidak terpantau kalau komunikasinya lambat,” tegasnya.

Yasir juga mendorong agar pengadaan HT dapat diakomodasi melalui perubahan anggaran tahun berjalan. 

Ia menyebut kebutuhan tersebut relatif kecil namun berdampak besar terhadap efektivitas pengawasan wilayah.

“Paling tidak, di perubahan anggaran ini bisa ditambahkan untuk 15 kelurahan ditambah 13 kelurahan. Anggarannya tidak besar, tapi manfaatnya sangat terasa,” katanya, disambut respons positif peserta rapat.

Dengan dukungan sarana komunikasi yang memadai, pemerintah berharap camat dan lurah dapat melakukan pemantauan wilayah secara cepat, akurat, dan terintegrasi hingga ke tingkat paling bawah.

Hal sama disampaikan Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved