Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kelapa Parut di Gowa Naik Rp500 Jelang Ramadan

Harga kelapa parut di Pasar Minasa Maupa Gowa naik Rp500 per buah jelang Ramadan, permintaan tetap tinggi meski harga menyesuaikan…

Tribun-timur.com/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
HARGA KELAPA - Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga kelapa parut di Pasar Induk Minasa Maupa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai mengalami kenaikan, Rabu (11/2/2026).  
Ringkasan Berita:
  • Menjelang Ramadan 1447 H, harga kelapa parut di Pasar Induk Minasa Maupa, Gowa, naik Rp500 menjadi Rp6.500 per buah. 
  • Pedagang menyebut kenaikan dipicu tingginya permintaan dan biaya transportasi dari pemasok Mamuju. 
  • Meski harga naik, permintaan tetap stabil, sementara santan kemasan masih dijual Rp10.000 tanpa perubahan harga. Aktivitas jual beli di pasar berjalan normal.
 


TRIBUN-GOWA.COM – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga kelapa parut di Pasar Induk Minasa Maupa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai mengalami kenaikan.

Kenaikan harga ini terjadi dalam lima hari terakhir.

Kelapa menjadi salah satu bahan yang banyak dicari warga, terutama untuk kebutuhan memasak menu berbuka puasa.

Harga kelapa utuh sebelumnya dijual Rp6.000 per buah, kini naik menjadi Rp6.500 per buah.

Kenaikan sebesar Rp500 itu sudah dirasakan pedagang dan pembeli sejak beberapa hari terakhir.

Meski demikian, untuk kelapa yang sudah diparut dan dijadikan santan, harganya masih stabil.

Pedagang menjual santan seharga Rp10.000 per kemasan dan belum mengalami kenaikan.

Pantauan di lokasi, sebuah mobil pikap terparkir di depan deretan kelapa.

Satu per satu kelapa diturunkan oleh para pekerja.

Pedagang dan pekerja terlihat mengangkat dan menyusunnya menjadi tumpukan rapi.

Beberapa pembeli sudah berdiri menunggu untuk membeli kelapa parut.

Salah satu pedagang kelapa, Arman, mengatakan pasokan kelapa yang ia jual didatangkan langsung dari Mamuju, Sulawesi Barat.

“Sekali pesan, satu mobil bisa sampai dua ribu buah kelapa,” katanya, Rabu (11/2/2026).

Walaupun harga naik, kata dia, permintaan biasanya tetap meningkat, apalagi mendekati Ramadan.

“Biasa juga kalau sekarang bongkar Rp6.000, tapi sekarang naik 500 rupiah jadi harganya Rp6.500 begitu,” jelasnya.

Menurut Arman, kenaikan harga dari distributor membuat pedagang tidak punya banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual.

Ia menyebut, jika harga tidak dinaikkan, pedagang bisa mengalami kerugian karena selisih harga dari pemasok cukup terasa.

Meski begitu, ia memastikan stok kelapa yang dijualnya masih aman untuk beberapa pekan ke depan.

“Biasa juga turun harganya,” katanya.

Kenaikan harga kelapa parut menurutnya disebabkan oleh tingginya permintaan jelang bulan puasa dan biaya transportasi. Setiap pengiriman, kelapa yang datang langsung dibongkar dan dijual di lapaknya di area pasar.

Warga yang berbelanja terlihat tetap membeli kelapa untuk kebutuhan harian, meski harganya sedikit naik.

Beberapa pembeli mengaku masih bisa menyesuaikan pengeluaran karena kenaikan harga belum terlalu tinggi.

Namun, mereka berharap harga kebutuhan pokok tidak terus merangkak naik menjelang Ramadan.

“Tidak terlalu tinggi ji naiknya kelapa parut. Hanya Rp500 rupiah,” ucap seorang pembeli.

Sejauh ini, aktivitas jual beli di Pasar Induk Minasa Maupa masih berjalan normal tanpa adanya antrean panjang. (*)

Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli

 


Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved