Cuaca Makassar
Hujan di Sulsel Lanjut Sampai Maret, BPBD Ingatkan Warga Waspada
Sejak Desember 2025, intensitas hujan di Sulsel meningkat hingga Januari 2026.
TRIBUN-TIMUR.COM - Musim hujan di Sulawesi Selatan (Sulsel) diperkirakan masih panjang.
Sejak Desember 2025, intensitas hujan di Sulsel meningkat hingga Januari 2026.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nur Asia Utami menjelaskan, hujan masih akan mengguyur Sulsel pada Februari 2026.
Menurutnya, curah hujan Desember 2025 hingga Januari 2026 masih tergolong normal.
"Kalau prakiraan musimnya memang di Desember–Januari. Untuk observasi curah hujan di Desember–Januari masih normal, sekitar 500 mm," ujar Nur Asia Utami saat dihubungi Tribun-Timur.com, Minggu (1/2/2026).
Ia menambahkan, secara umum Desember–Januari menjadi puncak musim hujan.
"Februari masih musim hujan, tetapi intensitasnya biasanya menurun menjelang akhir bulan," jelasnya.
Pada Dasarian I Februari, hujan diperkirakan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Namun, intensitas diperkirakan menurun menjadi ringan pada akhir Februari.
Sulsel masih berada dalam periode musim hujan hingga Maret 2026.
"Kalau kami lihat masih normal, musim hujan sampai Maret. April–Mei sudah masuk musim peralihan," ujar Nur Asia.
Setelah itu, Sulsel memasuki musim kemarau pada Juni–Juli 2026, meskipun curah hujan masih bisa terjadi sesekali.
Peringatan Dini Cuaca
BMKG IV Makassar telah mengeluarkan peringatan dini cuaca tiga harian.
Senin (2/2/2026): Waspada hujan sedang hingga lebat di 16 daerah, yaitu Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Pinrang, Barru, Pangkep, Maros, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Selayar, serta Kota Makassar dan Parepare.
Selasa-Rabu (3–4/2/2026): Hujan sedang hingga lebat terjadi di 12 daerah, yaitu Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Palopo, Pinrang, Parepare, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, dan Selayar. Level siaga hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi di Barru, Pangkep, Maros, Makassar, dan Gowa.
Potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi selama tiga hari di Sulsel bagian barat dan selatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon saat hujan lebat disertai angin kencang.
Imbauan ini dikeluarkan menyusul meningkatnya risiko pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
Kepala BPBD Kota Makassar, M Fadli Tahar, mengatakan hujan deras disertai angin kencang berpotensi menyebabkan dahan patah hingga pohon tumbang secara tiba-tiba.
“Cuaca ekstrem memicu banyak kejadian pohon tumbang di beberapa titik,” ujarnya saat memantau perkembangan cuaca, Minggu (1/2/2026).
BPBD Makassar menekankan agar warga menghindari berteduh di bawah pohon, terutama di wilayah perkotaan dengan pepohonan besar di bahu jalan, kawasan pemukiman, dan area aktivitas warga, yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.
BPBD Sulsel juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang.
Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, mengatakan hujan dengan intensitas ringan kadang diperparah oleh angin kencang.
"Hindari tempat yang mudah roboh. Saat berada di lokasi angin kencang, cari tempat aman dan kokoh," ujar Amson
Amson meminta masyarakat lebih peka terhadap kondisi pohon di sekitar rumah.
Pohon yang rawan tumbang sebaiknya dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup daerah.
Pemerintah daerah juga diminta memantau pohon di area vital, terutama di jalur publik dan pemukiman.
"Mulai dari masyarakat hingga aparat pemerintah, agar pohon yang dianggap rawan, sudah berumur, dan rimbun segera dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD agar bisa dilakukan pemangkasan. Banyak kejadian pohon tumbang bisa dicegah dengan langkah ini," tutupnya(*)
| Suhu Udara di Makassar Terasa Panas, BMKG: Masih Normal |
|
|---|
| Waspada! Cuaca Ekstrem Makassar Diprediksi Jelang Pergantian Tahun 2026 |
|
|---|
| BMKG: Makassar Masih Diguyur Hujan Sepekan ke Depan |
|
|---|
| BMKG: Hujan Lebat Guyur Makassar hingga 11 September |
|
|---|
| BMKG: Gelombang Rossby Ekuator Aktif, 3 Hari Sulsel Bakal Diguyur Hujan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/CUACA-EKSTREM-Sejumlah-pengendara-di-Makassar-menerobos-hujan-dera.jpg)