UMKM Makassar Kecipratan Berkah Rakernas PSI di Hotel Claro
kehadiran Pojok UMKM di area hotel berbintang memberikan kesempatan besar bagi UMKM lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia di Hotel Claro Makassar turut membawa berkah bagi pelaku UMKM lokal yang mengisi Pojok UMKM di lobi hotel.
Salah satu UMKM yang merasakan langsung dampak positif tersebut adalah UMKM Stick Keju Ju’lencizz selama kegiatan Rakernas ramai didatangi para peserta.
Peserta Rakernas PSI tampak memadati booth Pojok UMKM untuk berburu oleh-oleh khas Makassar, mulai dari aneka camilan hingga produk kriya lokal.
Salah satu peserta yang menyempatkan diri berkunjung adalah Andi Saiful Haq selaku Wakil Sekretaris Jenderal DPP PSI yang juga menjabat sebagai staf ahli di Kementerian Kehutanan.
UMKM Stick Keju Ju’lencizz turut menampilkan produk andalannya di Pojok UMKM Hotel Claro Makassar selama kegiatan berlangsung.
Owner UMKM Stick Keju Ju’lencizz, Chrisye Magdale yang akrab disapa Bunda Lena, mengaku kehadiran Rakernas PSI sangat membantu meningkatkan penjualan produknya.
“Alhamdulillah selama Rakernas pengunjung ramai sekali, banyak peserta yang mampir dan membeli, bahkan ada yang beli untuk oleh-oleh,” ujar Bunda Lena, Minggu (1/2).
Ia menilai kehadiran Pojok UMKM di area hotel berbintang memberikan kesempatan besar bagi UMKM lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Bagi kami pelaku UMKM, ini peluang yang luar biasa karena bisa langsung bertemu tamu dari berbagai daerah,” katanya.
Hotel Claro Makassar sendiri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM Sulawesi Selatan melalui penyediaan Pojok UMKM di area lobi hotel.
General Manager Hotel Claro Makassar, Anggiat Sinaga, mengatakan ide Pojok UMKM lahir dari tingginya permintaan tamu terhadap oleh-oleh khas Makassar.
“Dulu kami pernah menghadirkan etalase UMKM dan responsnya sangat positif, banyak tamu yang bertanya di mana bisa mendapatkan suvenir khas Makassar,” ujar Anggiat, Rabu (29/10/2025).
Saat ini sekitar 50 jenis produk lokal dipamerkan, mulai dari makanan ringan, camilan, craft, kriya, fesyen lokal, hingga minyak gosok tradisional.
Anggiat menegaskan hotel tidak mengambil keuntungan besar dari penjualan UMKM karena tujuan utama program ini adalah pemberdayaan ekonomi lokal.
“Komisi yang kami ambil hanya untuk operasional, selebihnya kami kembalikan ke UMKM agar harga tetap kompetitif,” tegasnya.
| Akselerasi UMKM Makassar, Bagaimana KUR Membuka Jalan Mete Bunly Menuju Pasar Ritel Nasional |
|
|---|
| Dapur Andist, Saat Camilan Tradisional Naik Kelas Bersama Rumah BUMN BRI |
|
|---|
| Seminar Saku Sultan 2026 Bahas Transformasi Transaksi Digital dan Masa Depan UMKM |
|
|---|
| Menenun Sabar dalam Seutas Benang, Kisah Titi Hapsah Menghidupkan Jiwa UMKM Titicollection |
|
|---|
| Kerupuk Bawang Genhara, Bukti Nyata UMKM Makassar yang Berani Rebranding dan Taklukkan Pasar Ritel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pojok-UMKM-Hotel-Claro-dfn.jpg)