Akselerasi UMKM Makassar, Bagaimana KUR Membuka Jalan Mete Bunly Menuju Pasar Ritel Nasional
Lily memulai langkahnya dengan sebuah visi sederhana, menciptakan produk yang tidak hanya enak, tapi juga bermartabat.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Di balik riuhnya hiruk-pikuk Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di Kompleks Perumahan Dosen Unhas, sebuah aroma khas kacang panggang seringkali menyeruak dari sebuah dapur yang tak pernah sepi. Di sana, Lily Nuryah atau yang akrab disapa Bunda Lily sedang memilah butiran kacang mete dengan ketelitian seorang ibu.
Bagi Lily, mete bukan sekadar komoditas Sulawesi yang melimpah. Di setiap butirnya, ada simpul kegigihan seorang perempuan yang berani beralih dari zona nyaman makanan siap saji menuju industri olahan premium yang kini melanglang buana ke Singapura hingga Mesir.
Lahir dari rahim Gerakan Kewirausahaan Nasional 2017, Lily memulai langkahnya dengan sebuah visi sederhana, menciptakan produk yang tidak hanya enak, tapi juga bermartabat.
Nama "Bunly" dipilih bukan sekadar akronim dari "Bunda Lily", melainkan sebagai simbol kasih sayang seorang ibu yang berpadu dengan ketangguhan pengusaha.
“Saya ingin menciptakan produk yang bernilai tambah,” kenang Lily. Ia tahu betul, untuk bersaing, kualitas adalah harga mati.
Maka, lahirlah kacang mete tanpa tepung, tanpa pengawet, dan tanpa bahan kimia. Mete Bunly tampil jujur, biji mete utuh yang diproses hati-hati untuk menghilangkan getah, menjadikannya camilan gluten-free yang naik kelas.
Simpul Perjuangan dan 'Napas' dari KUR
Perjalanan Lily tak selalu renyah. Di masa awal, membagi waktu antara peran sebagai ibu rumah tangga dan pemimpin bisnis adalah ujian komitmen yang berat.
Belum lagi tantangan ketersediaan bahan baku yang fluktuatif.
Titik balik keberanian ekspansinya terjadi pada tahun 2019, saat ia bertemu dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.
Baginya, KUR bukan sekadar pinjaman, melainkan napas baru bagi mesin produksinya. Dimulai dari plafon Rp25 juta tanpa jaminan hingga meningkat ke angka Rp50 juta, Lily merasa perbankan hadir sebagai mitra yang tidak menekan.
“KUR sangat membantu peningkatan produksi. Prosesnya cepat dan fleksibilitas pembayarannya memberikan rasa aman bagi kami untuk terus bergerak tanpa tekanan berlebih,” ungkap Lily, beberapa hari lalu.
Dukungan modal inilah yang memungkinkan Bunly memproduksi seribu kemasan dalam sekali jalan, mulai dari rasa original yang klasik hingga rumput laut yang kekinian.
Menembus Panggung Dunia Bersama BRINKUBATOR
Langkah Lily semakin lebar saat ia menjadi satu-satunya perwakilan Sulawesi Selatan dalam ajang BRINKUBATOR 2021. Di sana, ia ditempa untuk memahami manajemen modern dan strategi ekspor.
| Dapur Andist, Saat Camilan Tradisional Naik Kelas Bersama Rumah BUMN BRI |
|
|---|
| Seminar Saku Sultan 2026 Bahas Transformasi Transaksi Digital dan Masa Depan UMKM |
|
|---|
| Menenun Sabar dalam Seutas Benang, Kisah Titi Hapsah Menghidupkan Jiwa UMKM Titicollection |
|
|---|
| Kerupuk Bawang Genhara, Bukti Nyata UMKM Makassar yang Berani Rebranding dan Taklukkan Pasar Ritel |
|
|---|
| Pendampingan UMKM Berbasis RW Jadi Program Strategis Pemkot Makassar, Kawal 1.312 UMKM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kacang-mete-Bunlys-xdfb.jpg)