Tribun RT RW
2026, Pemkot Makassar Target Aktifkan Siskamling di 1.005 RW
Munafri Arifuddin mengatakan sepanjang 2025, program pengaktifan sistem keamanan lingkungan menjangkau 153 RW.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
Ringkasan Berita:
- Pemkot Makassar mengaktifkan lagi siskamling RT/RW untuk memperkuat ketertiban dan keamanan masyarakat.
- Penguatan siskamling berbasis partisipasi warga, melibatkan RT/RW dan aparat kewilayahan.
- Kebijakan ini dimassifkan pasca-kerusuhan Agustus 2025.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar akan mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di tingkat RT dan RW.
Upaya ini umtuk memperkuat ketertiban dan keamanan masyarakat.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan sepanjang 2025, program pengaktifan sistem keamanan lingkungan menjangkau 153 RW.
Program ini akan terus diperluas secara bertahap hingga mencakup seluruh wilayah.
Pada 2026, Pemkot Makassar menargetkan pengaktifan siskamling di 1.005 RW.
"Penguatan siskamling ini melibatkan peran aktif warga, pengurus RT/RW, serta dukungan aparat kewilayahan," kata Munafri, Jumat (19/12/2025).
Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan lingkungan sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
Selain meningkatkan rasa aman, kata Munafri, pengaktifan siskamling juga menjadi sarana memperkuat solidaritas dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Pihak kecamatan hingga kelurahan harus memastikan pendampingan dan evaluasi berkala agar pelaksanaannya efektif dan berkelanjutan di setiap RW.
Penekanan siskamling mulai dimassifkan usai kerusuhan Akhir Agustus 2025.
Baca juga: Cegah Perang Kelompok, Warga Pannampu Siaga 24 Jam Patroli dan Gaungkan Siskamling
Peristiwa tersebut menjadi evaluasi bersama pemerintah daerah terkait pentingnya sistem keamanan berbasis masyarakat.
Bahkan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ke Makassar memastikan pengetatan keamanan.
Menurut Tito, RT RW sebagai yang paling dekat dengan masyarakat harus memantau pergerakan warga maupun orang asing yang masuk ke wilayahnya.
Menurutnya, pengamanan berbasis masyarakat merupakan kunci mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
"Kalau pos-pos siskamling berjalan terus, maka gangguan bisa dicegah lebih awal. Masyarakat yang kompak akan membuat pelaku kejahatan berpikir ulang sebelum bertindak," kata Tito.
Jika masyarakat tingkat bawah bersatu menjaga stabilitas dan keamanan wilayah maka masyarakat akan merasa aman.
Pampang dan Banta-Bantaeng Jadi Contoh
Keterlibatan RT RW dalam keamanan wilayah sangat penting. Mereka mengenal daerahnya dan tahu siapa warganya.
"Kalau ada orang asing masuk dengan niat buruk, cepat diketahui,” ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, belum lama ini.
Mendagri menargetkan setiap RT, RW, kelurahan, hingga desa memiliki poskamling aktif.
Ia juga mencontohkan beberapa kawasan di Makassar, seperti Kelurahan Pampang dan Banta-Bantaeng.
Dua wilayah ini sudah berhasil menghidupkan lagi siskamling.
“Yang sudah bagus bisa jadi model bagi tempat lain. Kalau sistem ini jalan, maka rasa aman masyarakat akan semakin kuat," kata Tito.(*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Siti Aminah
| PKL Terdampak Penertiban di Panakkukang Diarahkan ke Pasar Toddoppuli dan CFD Boulevard |
|
|---|
| RT/RW Wala Walaya Bersih-bersih Kanal, 3 Karung Sampah Diangkut |
|
|---|
| RT/RW dan Warga Jongaya Swadaya Perbaiki Jalan Kumala II, Kini Mulus Dilewati |
|
|---|
| Antisipasi Banjir Makassar, Ketua RT RW Siaga |
|
|---|
| Ramlah Bangun Bank Sampah Tamamaung, Genjot Kesejahteraan Warga Lewat Kebersihan Lingkungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Karnavian-meninjau-keberadaan-Siskamling-2025.jpg)